Enter your keyword

Peningkatan Wawasan Multi-Perspektif Mahasiswa dengan Kuliah Kolaborasi SAPPK-FSRD ITB

Peningkatan Wawasan Multi-Perspektif Mahasiswa dengan Kuliah Kolaborasi SAPPK-FSRD ITB

Peningkatan Wawasan Multi-Perspektif Mahasiswa dengan Kuliah Kolaborasi SAPPK-FSRD ITB

Pada hari Selasa (31 Januari 2023) telah terlaksana kuliah gabungan yang merupakan bagian dari kegiatan kelas kolaborasi Karsa Bina (Ko-produksi, Ko-kreativitas, dan Rekayasa Sosioteknis Lingkungan Binaan) dari empat program studi, yaitu Perencanaan Wilayah dan Kota, dan Arsitektur (Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan ITB), serta Desain Interior dan Desain Produk (Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB). Sedangkan, mata kuliah yang dilaksanakan per masing-masing program studi adalah: PL4006 Topik Khusus Perencanaan 2, AR4057 Topik Khusus B, DI4005 Desain Interior Berkelanjutan, dan DP3008 Antropologi Desain dengan para dosen pengampu: Nurrohman Wijaya, Ph.D., Dr. Agus S. Ekomadyo, ST., MT., Miranti Sari Rahma, ST., M.Ds., dan Meirina Triharini, M.Ds., Ph.D. Acara tersebut dilaksanakan di Design Center, Gedung Pusat Seni Rupa, Desain, dan Bahasa (CADL). Tujuan kelas kolaborasi ini adalah untuk meningkatkan cara berpikir mahasiswa secara multi-perspektif melalui pemikiran integral, komprehensif, dan kreatif dengan memanfaatkannya dalam bekerja secara kolektif untuk pengembangan diri bersama masyarakat. Lewat project-based learning, mahasiswa akan berlatih untuk melihat suatu permasalahan secara rasional, bijak, sekaligus kreatif.

Pada kegiatan tersebut, Nurrohman W., Ph.D. bertindak sebagai moderator untuk memandu diskusi dari narasumber, Drs. Budi Isdianto, M. Sn., yang merupakan dosen dari Kelompok Keilmuan Manusia dan Ruang Interior, FSRD ITB. Beliau menyampaikan topik tentang Kreativitas dalam Perspektif Keberkelanjutan. Sebelumnya, ada pengantar dari Dr. Gregorius Prasetyo Adhitama, M.Sn., selaku Direktur Direktorat Kemahasiswaan ITB, dan Dr. Agus S. Ekomadyo yang menyampaikan pesan melalui rekaman video terkait maksud dan tujuan penyelenggaraan kelas kolaborasi ini. Secara ringkas, narasumber berpendapat bahwa desain berkelanjutan harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini tanpa mengabaikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya, dimana sumber daya alam selalu seimbang. Untuk itu diperlukan kreativitas dan inovasi dalam menyusun strategi desain dari perspektif keberlanjutan itu sendiri.

Pada sesi tanya jawab, beberapa mahasiswa sangat aktif berpartisipasi dan antusias bertanya kepada narasumber. Secara keseluruhan, acara tersebut berjalan lancar dan diharapkan bisa memberikan pengetahuan dan informasi awal bagi para mahasiswa lintas disiplin untuk pelaksanaan kelas kolaborasi selama satu semester ke depan, termasuk kegiatan team-based project learning.

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.