Enter your keyword

Perhelatan Fashion Show Jakarta Fashion Food and Festival 2014.

Perhelatan Fashion Show Jakarta Fashion Food and Festival 2014.

Perhelatan Fashion Show Jakarta Fashion Food and Festival 2014.

SAKA PRTHIVI

A portrayal of Indonesian heritage in today’s lifestyle

Jakarta, 25 Mei 2014. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki beragam etnik dengan kebudayaan masing-masing yang terbentang dari sisi barat hingga timur negeri ini. Artefak-artefak kebudayaan yang hampir dimiliki oleh setiap daerah di negara Indonesia adalah wastra atau kain tradisional. Kain tradisional setiap daerah mempunyai nilai, fungsi dan keunikan yang sangat menarik dan bernilai. Pada jaman dahulu, kain-kain tradisional selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia dan digunakan untuk kepentingan sehari-hari ataupun upacara adat daerah. Masuknya teknologi dan informasi menciptakan kain-kain yang lebih sesuai dengan kepentingan gaya hidup modern, menyebabkan kain tradisional beralih fungsi menjadi barang sejarah yang hanya dipergunakan pada acara-acara khusus sehingga menciptakan jarak dengan kegiatan keseharian masyarakat Indonesia saat ini. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Kriya Tekstil Institut Teknologi Bandung sebagai generasi penerus bangsa Indonesia ingin melestarikan warisan budaya tersebut dengan menampilkan kain-kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dalam busana ready to wear yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini yang lebih modern. Koleksi busana Kriya Tekstil ITB kali ini lebih memfokuskan pada pengolahan ragam hias pada permukaan tekstil untuk pakaian ready to wear dalam perhelatan fashion show Jakarta Fashion Food and Festival 2014 yang bertajuk Saka Prthivi. Perhelatan ini merupakan kali keenam Kriya Tekstil ITB mengikuti Jakarta Fashion Food and Festival.

Saka Prthivi terinspirasi dari bahasa Sansekerta mempunyai arti warisan atau pusaka ibu pertiwi, merepresentasikan tema kami yaitu keindahan dan keagungan warisan dari ibu pertiwi Indonesia dalam bentuk wastra dan ragam hias nusantara di masa sekarang. Fashion show kali ini menampilkan lebih dari 75 total pakaian ready to wear yang terdiri dari 16 desainer wanita dan 1 desainer pria perwakilan mahasiswa dan juga alumni program studi Kriya Tekstil dan Keramik ITB yaitu Alvinska Oktaviani, Alyza Bachmid, Angga Nanda Pratama, Annisa Fauziah, Aulia Rahmah, Bintan Titisari (BTARI), Bunga Larascaesara, Dea Yuliana, Fitriana, Gabriella Kartini Panaory, Linda Arfianty, Natasya Putri, Nurul Lathifah, Putri Urfanny N., Qisthas Noe’man, Tania Andina Kardin (KAR), Vivian. Semua koleksi menampilkan ragam hias dari 15 daerah di Indonesia dengan nuansa monochromatik dan warna-warni yang dipadukan dengan hitam melalui aplikasi teknik digital printing, sablon, bordir, aplikasi pada kain-kain modern. Koleksi perhiasan keramik yang dihadirkan oleh Tania Andina Kardin (KAR) merupakan kolaborasi fashion yang menampilkan warisan Indonesia selain kain. Make-up and hair-do didukung oleh tim dari Martha Tilaar Group, tampil secara modern and chic agar lebih mempertegas kesan wanita modern Indonesia saat ini. Melalui Saka Prthivi, para desainer ingin membawa kita melihat pusaka ibu pertiwi di era kehidupan modern.

Saka Prthivi

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.