Pengembangan Pilot Project Forest Restoration di KHDTK HP Gunung Geulis ITB
Salah satu permasalahan besar di Kawasan Hutan Pendidikan Gunung Geulis ITB saat ini adalah masih tingginya lahan-lahan yang kurang nilai keragaman hayatinya akibat okupasi tumbuhan invasive dan lahan-lahan terdegradasi dan bertegakan jarang. Areal-areal di Kawasan ini khususnya di bagian tengah hingga puncak masih terdapat bagian yang didominasi oleh spesies asing invasive berupa semak belukar perlu dipulihkan kondisinya. Sebagaimana dilaporkan oleh Maanajer KHDTK HP Gunung Geulis ITB, Dr. Endang Hernawan diketahui bahwa masih terdapat sekitar 100 ha bahkan lebih di Kawasan Gunung Geulis telah diinvasi oleh tumbuhan asing invasive seperti kirinyuh (Austropatorium inulifolium dan Chromolaena odorata), alang-alang (imperata cylindrica) dan Kaliandra (Caliandra calothyrsus dan Zapoteca portoricensis). Hal tersebut disebabkan oleh kasus-kasus masa lalu di Kawasan ini telah dijadikan lahan budidaya pertanian yang kemudian ditinggalkan sejak perubahan fungsi Kawasan menjadi hutan lindung.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas keragaman hayati hutan dapat dilakukan melalui upaya restorasi agar meningkat keanekaragaman hayatinya khususnya dengan jenis-jenis pohon local hutan Jawa Barat . Cara ini bertujuan untuk memulihkan kembali kondisi hutan sebagaimana sedia kala serta meningkatkan fungsi dan nilai hutan secara ekologis maupun ekonomis..
Dalam rangka mendukung program restorasi berkelanjutan yang akan terus dilakukan maka Tim KHDTK HP Gunung Geulis membuat disain model percontohan restorasi hutan seluas 1,5 ha di Blok Cisempur bekerjasama dengan KTH Cisempur yang diketuai oleh Tating Sopandi. Model percontohan restorasi ini dimaksudkan untuk menjadi sarana penelitian bidang restorasi sekaligus untuk pemantauan keberhasilannya sebagai acuan untuk pelaksanaan restorasi secara menyeluruh di Kawasan ini. Tim KHDTK HP Gunung Geulis optimis program ini dapat berhasil karena di areal-areal ini sudah terdapat indikasi regenerasi alami dari jenis-jenis tumbuhan pionir local seperti Homalanthus, Macaranga, Ficus, Litsea, dan beberapa jenis tumbuhan lainnya, namun perlu didukung dengan penanaman untuk mempercepat proses snsuksesi disamping juga membatasi penyebaran spesies invasive.

Aktivitas penanaman jenis-jenis pohon local Jawa Barat oleh KTH Cisempur
Beberapa manfaat besar dari restorasi ini adalah menngendalikan spesies tumbuhan asing invasive, mencegah kebakaran hutan, menghasilkan habitat yang kondusif bagi satwa liar. Upaya restorasi ini penting karena habitat yang memadai dapat menyediakan pakan bagi satwa. Disamping itu Pelestarian hutan sangat berperan dalam mengurangi emisi karbon yang mengakibatkan perubahan iklim. Kegiatan pelestarian hutan di sini termasuk upaya menghentikan deforestasi dan penanaman kembali untuk memperluas tutupan lahan hutan. Kontribusi hilangnya tutupan lahan hutan terhadap peningkatan emisi karbon sangat tinggi, khususnya di negara-negara tropis (Reported by Ichsan Suwandhi, 14/01/2023)

Areal sasaran pembuatan demplot Restorasi Hutan di Blok Cisempur KHDTK HP Gugeul

Tating Sopandi Ketua KTH Cisempur
No Comments