Pembangunan Sarana Pembibitan (Semi-Permanent Nursery) Tanaman Hutan Rakyat
Keberadaan Kawasan Hutan Pendidikan Gunung Geulis di Wilayah Jatinangor secara keseluruhan dikelilingi oleh delapan desa, Sebagian masyarakat petani masih menggantungkan kehidupannya dari lahan-lahan di Kawasan ini terutama melalui skema agroforestry. Model pengelolaan kolaboratif bersama masyarakat melalui kemitraan dengan kelompok-kelompok tani hutan (KTH) yang telah dibentuk berdasarkan nota kesepakatan Kerjasama telah menjadikan KHDTK HP Gunung Geulis ITB ini menjadi model pengelolaan yang efektif. Sejak ITB memperoleh amanat dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan disambut baik oleh masyarakat apalagi mereka mendapatkan peran dalam pengelolaan kolaboratif ini.
Sejalan dengan program kerja strategis KHDTK HP Gunung Geulis ITB tahun 2022, dalam rangka mendukung optimalisasi Kawasan untuk Pendidikan dan penelitian, juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi usaha-usaha masyarakat sekitar yang tergabung dalam KTH, telah dibangun sarana pembibitan tanaman hutan rakyat di Blok Sawahdadap seluas 0,5 ha dengan pelaksana KTH Sawahdadap. Lokasi pembibitan ini dipilih karena didukung dengan persyaratan yang memadai diantaranya keberadaan sumber air yang tersedia sepanjang tahun berupa sumber air, lahan yang relative landau dan juga aksesibilitas lokasi yang cukup mudah dijangkau.
Pembangunan sarana pembibitan ini diharapkan dapat memberikan wadah bagi KTH untuk dapat menyediakan bibit tanaman hutan dan tanaman budidaya lainnya secara mandiri. Hasil pembibitan ini disamping untuk memenuhi kebutuhan bibit bagi lahan-lahan garapannya juga ke depan dapat menjadi usaha pengadaan bibit masyarakat yang dapat dipasarkan. Untuk memenuhi tujuan ini Tim KHDTK HP Gugeul akan memberikan pelatihan Teknik-teknik pembibitan secara intensif kepada KTH. Beberapa anggota KTH juga telah memiliki keterampilan membuat bibit tanaman hasil pelatihan sebelumnya.
gambar di samping merupakan contoh hasil pembuatan bibit dengan Teknik okulasi yang dilakukan oleh Pak Khotib anggota KTH Sawahdadap.
Kemandirian dalam menghasilkan bibit merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengelolaan hutan pendidikan dalam melaksanakan berbagai program penanaman. Selain itu ITB dapat turut serta mengoptimalkan peran multi usaha hutan yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sehingga dapat meningkatkan sinergi dalam pengelolaan hutan pendidikan dengan keberadaan masyarakat lokal disekitarnya. Dari aspek ekologis, keberadaan persemaian dapat menjadi sarana pendidikan untuk menghasilkan bibit dari proses perkecambahan benih dan mengurangi proses produksi bibit dari cabutan alam yang dapat mengurangi potensi regenerasi alami di hutan. Dari aspek genetis, persemaian diharapkan dapat memproduksi bibit dari berbagai asal pohon induk sehingga dapat menghasilkan bibit dengan dasar genetik yang luas sehingga keragaman genetik tinggi. Manajer KHDTK Hutan Pendidikan Gunung Geulis ITB, Dr. Endang Hernawan menyampaikan bahwa pada Tahun 2023 ini sebagai tahun awal mulainya kemadirian masyarakat dalam menyediakan bibit ditargetkan dapat membuat minimal 1000 hingga 5000 bibit tanaman hutan, buah-buahan dan rempah tentunya secara bertahap berdasarkan kemampuan KTH (Reported by Ichsan Suwandhi, 15/01/2023).
No Comments