Enter your keyword

Workshop by Building Technology Research Group: “Road to Habitechno 3”

Workshop by Building Technology Research Group: “Road to Habitechno 3”

Dalam rangka menuju International Conference of Habitechno 3, Kelompok Keahlian Teknologi Bangunan (KKTB) mengadakan workshop dengan mahasiswa Program Studi Magister Arsitektur SAPPK-ITB. Hal ini dilakukan untuk mensosialisasikan Roadmap Penelitian dari masing-masing Kelompok Keahlian agar mahasiswa dapat ikut serta dalam penelitian-penelitian yang sedang/akan dilakukan oleh dosen-dosen dari setiap Kelompok Keahlian.

Pada minggu ini (10 November 2016), pembicara yang akan mensosialisasikan Roadmap Penelitiannya adalah  Permana, ST., MT. dan Dr. Eng. M. Donny Koerniawan, ST., MT.

Pembicara pertama adalah Pak Permana. Beliau menjelaskan bahwa kayu dapat menjadi sustainable material melalui engineered wood. Walaupun kayu dapat tumbuh dalam waktu cepat namun tidak dapat tumbuh di semua negara. Negara-negara yang prospektif untuk pengembangan kayu sampai sejauh ini adalah Brasil, India, dan Indonesia. Dalam hal ini Indonesia lebih berpotensi untuk mengembangkan kayu olahan karena kondisi negara Indonesia yang kepulauan membuat pusat produksi kayu engineered dan dekat dengan pelabuhan. Tema-tema penelitian yang dapat dikembangkan untuk penelitian mengenai kayu olahan adalah:

  • Desain (innovative modular system design)
  • Conctruction (prefabrikasi, efficiency, robotics)
  • Proses produksi(3d printing)
  • Lingkungan (sustainable & green design)
  • Standar bangunan (standar-standar bagi komponen-komponen bangunan berbasis kayu olahan)

On-going Research: material kayu modular. Saat ini sedang proses paten HAKI dan industrialisasi namun masih terbuka untuk dilakukan riset lebih lanjut.

 

Pembicara kedua adalah Pak M Donny Koerniawan. Beliau menjelaskan mengenai ketertarikannya pada Technology for People. Hal ini dilatar belakangi oleh Urban Morphology. Menurut beliau urbban morphology harus melalui pendekatan dengan sains. Sebagai contoh, cahaya matahari bisa jadi menguntungkan sekaligus merugikan bagi kota. Eropa sudah meriset dampak matahari ini bagi suatu kota. Hal ini dilakukan dalam rangka menciptakan kota yang lebih livable dan walkable. Isu ini adalah salah satu bagian dari urban science.

Urban Energy Balance atau kesetimbangan energi kota yang apabila tidak dikendalikan bisa menaikkan suhu kota. Komponen2 dalam urban energy balance: radiation, albedo, building surface, incoming and outgoing longwave, dan sub surface. Jika para peneliti hanya fokus pada green building, sulit untuk mengatasi permasalahan urban energy balance. Perluasan kajian mengenai urban science harus dapat menciptakan green neighborhood atau green community.

Urban Heat Island merupakan fenomena lain dalam isu kota. Bangunan melepas panas pada malam hari dan terus terakumulasi dari hari ke hari. Hal ini dapat menaikkan suhu kota.

Untuk mengatasi isu-isu tersebut, bisa banyak peluang riset yang bisa dikembangkan. Misalnya: urban sky view factor, ventilated city, urban vegetation. Tema-tema penelitian yang dapat dikembangkan untuk penelitian mengenai kayu olahan adalah:

  1. Integrated design process: Building Envelope, Building efficiency, technology efficiency, building service efficiency. Bisa diterjemahkan dengan  daylighting, daylighting control, dan high-performance façade.
  2. Riset environmental characteristic pada kota
  3. Riset ventilasi pada rumah-rumah tradisional.
  4. Cooled façade dan shaded façade.

Workshop ini diakhiri dengan sambutan dari Pak Heru Wibowo Poerbo, Ir., MURP, Dr.Ing. selaku Ketua Program Studi Magister Doktoral Arsitektur, SAPPK-ITB.

p_20161110_1209391

Jpeg

Jpeg