Enter your keyword

Mengenal rahasia evolusi jutaan tahun yang tersembunyi di balik tebing kapur Padalarang

Mengenal rahasia evolusi jutaan tahun yang tersembunyi di balik tebing kapur Padalarang

Mengenal rahasia evolusi jutaan tahun yang tersembunyi di balik tebing kapur Padalarang

Mengenal rahasia evolusi jutaan tahun yang tersembunyi di balik tebing kapur Padalarang

Oleh: Dr. Nadila Novandaru (Alumi Program Studi S3 Teknik Geologi, FITB-ITB) | Penyunting: Dasapta Erwin Irawan

Bagi Anda yang sering melintasi daerah Padalarang, Jawa Barat, pemandangan bukit kapur atau batugamping yang menjulang tinggi mungkin sudah tidak asing lagi. Namun, tahukah Anda bahwa di dalam bongkahan batu dari Formasi Rajamandala tersebut tersembunyi sebuah “mesin waktu” yang menceritakan sejarah bumi.

Baru-baru ini, sebuah penelitian mendalam dilakukan untuk mengungkap rahasia evolusi makhluk mikroskopis yang hidup puluhan juta tahun lalu. Makhluk ini bernama foraminifera, si kecil yang menjadi saksi bisu bagaimana lingkungan laut di masa lalu berubah hingga menjadi daratan Jawa yang kita tinggali sekarang.

(disitir dari artikel orisinal)


Cite as:

Novandaru, N., Maryunani, K. A., Kapid, R., Aswan, & Khorniawan, W. B. (2025). Phylogenetic evolution of Neorotalia mecatepecensis to Miogypsinidae from Rajamandala Formation, West Java, Indonesia. Palaeoworld, 34, 200961. https://doi.org/10.1016/j.palwor.2025.200961


Bertemu dengan sang nenek moyang bernama Neorotalia

Bayangkan sebuah album foto keluarga yang membentang selama jutaan tahun. Di dasar “album” atau lapisan batuan tertua, para peneliti menemukan spesies yang disebut ** Neorotalia mecatepecensis **.

Bentuknya sangat sederhana, menyerupai butiran bulat kecil dengan hiasan di permukaannya. Dalam dunia ilmu purbakala, ia dianggap sebagai “kakek buyut” atau spesies asal yang menjadi fondasi bagi munculnya keluarga makhluk hidup yang lebih modern.

(disitir dari artikel orisinal)

Menemukan mata rantai yang hilang di batuan Tagogapu

Salah satu temuan paling menarik dalam studi ini adalah penemuan bentuk transisi atau “mata rantai yang hilang”. Dalam proses evolusinya, Neorotalia perlahan berubah menjadi keluarga baru yang lebih kompleks yang disebut Miogypsinidae.

Peneliti menemukan spesies perantara seperti Paleomiogypsina dan Miogypsinella. Jika diibaratkan teknologi, ini seperti melihat perubahan bertahap dari telepon putar ke telepon tombol sebelum akhirnya menjadi ponsel pintar. Makhluk-makhluk transisi ini menunjukkan bagaimana tubuh mereka yang tadinya bulat mulai mengembangkan “kamar-kamar tambahan” dan berubah bentuk menjadi unik seperti kipas atau segitiga.

Menggunakan parameter AX sebagai penggaris evolusi

Bagaimana ilmuwan tahu bahwa satu fosil sudah lebih “maju” daripada fosil lainnya? Ternyata mereka menggunakan sebuah “penggaris” khusus yang disebut parameter AX.

AX adalah hitungan jumlah “kamar pendukung” (auxiliary chambers) yang dibangun oleh makhluk ini saat mereka sudah dewasa. Penelitian ini menemukan bahwa semakin maju atau modern spesiesnya, semakin banyak jumlah kamar yang mereka miliki. Jadi, AX bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata dari bagaimana alam “membangun” tubuh makhluk hidup menjadi lebih kompleks selama berjuta-juta tahun.

Mengapa fosil kecil ini sangat penting bagi kita

Mungkin Anda bertanya, mengapa kita perlu mempelajari fosil yang ukurannya bahkan sulit dilihat mata telanjang ini? Jawabannya ada dua hal utama:

  1. Sebagai stempel waktu bumi: Fosil-fosil ini berfungsi seperti label tanggal pada sebuah dokumen kuno. Dengan menemukan spesies tertentu, ilmuwan bisa memastikan bahwa batugamping di Tagogapu terbentuk pada masa Oligosen Akhir, yakni sekitar 24 hingga 28 juta tahun yang lalu.
  2. Menentukan batas umur batuan: Penelitian ini membuktikan bahwa batuan di lokasi tersebut belum mencapai umur Miosen yang lebih muda, karena jenis fosil dari zaman tersebut belum ditemukan di sana.

(disitir dari artikel orisinal)

Penutup

Lain kali jika Anda melewati perbukitan kapur Rajamandala, ingatlah bahwa di dalam batu-batu tersebut terdapat kisah luar biasa tentang perjuangan hidup dan perubahan bentuk yang memakan waktu jutaan tahun. Evolusi tidak hanya terjadi pada dinosaurus seperti di film-film Hollywood, tapi juga pada si kecil foraminifera yang setia menjaga catatan sejarah bumi kita.

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.

EnglishIndonesia