{"id":5554,"date":"2021-04-20T11:03:28","date_gmt":"2021-04-20T11:03:28","guid":{"rendered":"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/?p=5554"},"modified":"2022-09-20T07:05:13","modified_gmt":"2022-09-20T07:05:13","slug":"mona-berlian-sari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/mona-berlian-sari\/","title":{"rendered":"Putri Kabupaten  Kerinci  serta Peserta Program PMDSU  Sukses Lulus  Program Doktor Fisika FMIPA ITB"},"content":{"rendered":"<section class=\"wpb-content-wrapper\"><p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]<a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-5555\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona.jpg\" alt=\"\" width=\"326\" height=\"241\" srcset=\"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona.jpg 326w, https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona-300x222.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 326px) 100vw, 326px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mona Berlian Sari atau biasa disapa Mona sangat menyukai Fisika. Program Studi Fisika diambil saat kuliah di Universitas Negeri Padang. Kemudian Mona melanjutkan studi Program Magister dan Doktor Fisika FMIPA ITB. Mona yang bercita-cita menjadi dosen di perguruan tinggi, sempat merasa gagal. Kegagalannya apply salah satu beasiswa, karena syarat TOEFL yang tidak terpenuhi tidak membuatnya patah semangat. Akhirnya Mona berjodoh dengan Program Magister Menuju Doktor Sarjana Unggul (PMDSU). Program Magister dan Doktor Fisika berhasil diselesaikannya dalam kurun waktu 5,5 tahun. Beruntung melalui PMDSU Mona dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri untuk menjadi lebih baik dalam hal akademik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berhasil lulus\u00a0 Program Magister dan Doktor dengan\u00a0 sukses, bukanlah perkara mudah dalam mendapatkannya. Weekday dihabiskannya\u00a0 untuk belajar dan penelitian,\u00a0 mulai\u00a0 jam 9.30 pagi sampai jam 01.00 dini hari. Namun, waktu belajar paling efektif\u00a0 Mona dimulai sejak setelah selesai makan siang sampai pukul 23.00. Diwaktu tersebut digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas yang perlu konsentrasi penuh dan fokus. Pada pagi, mengerjakan tugas\u00a0 yang lebih ringan seperti membuat slide, laporan, membaca\u00a0 paper.\u00a0 Weekend dihabiskannya untuk keperluan\u00a0 pribadi dan menikmati\u00a0 dan belajar di Coffee Shop, yang kebetulan di Korea, menjamur study caf\u00e9, dengan suasana cozy dan affordable.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mona berhasil mempertahankan disertasi pada Sidang Terbuka yang dilaksanakan pada tanggal 13 April 2021 dan mendapatkan Yudisium Cum Laude. Penelitian yang telah dilaksanakannya\u00a0 membahas tentang pemodelan background alpha pada detektor AMoRE, yang digunakan untuk Neutrinoless double-beta decay search pada isotope 100Mo, mulai dari design detektornya di GEANT4, simulasi background energy spectrum di GEANT4 (based on Monte Carlo method) dan dibandingin sama data pengukuran dengan Likelihood Fitting Method. Neutrinoless double-beta decay search ini mengarah ke pencarian nilai absolut massa neutrino.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ada kesan tersendiri selama penelitian,\u00a0 bergabung dan bekerja dengan para experts di AMoRE Collaboration, yang terdiri dari 8 negara, 24 institusi, dan sekitar 107 orang peneliti,\u00a0 dan juga dapat\u00a0 ikut monitoring detektor di laboratorium bawah tanah (tepatnya di Yangyang Underground Laboratory atau Y2L sekitar 700 m dibawah tanah juga lab baru CUP IBS, di Yemilab sekitar 1100 m dibawah tanah). Mona sempat mengira bahwa berada di underground akan mendapatkan suasana yang menyeramkan , gelap gulita, dapat sesak nafas. Perkiraannya meleset, ternyata\u00a0 setelah\u00a0 mengunjungi langsung seperti laboratorium\u00a0 biasa di surface.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Banyak kendala yang telah dilalui Mona saat penelitian. Mulai dari\u00a0 Install software GEANT4 yang\u00a0 membutuhkan\u00a0 waktu sampai 2 bulan, sampai akhirnya berhasil.\u00a0 Mona mempelajari semuanya\u00a0 dengan\u00a0 otodidak karena tidak banyak\u00a0 yang\u00a0 menggunakan software GEANT4, sehingga sedikit\u00a0 tempat bertanya.\u00a0 Latar\u00a0 belakang\u00a0 Mona yang berasal dari Fisika Instrumentasi,\u00a0 menjadi ke design dan simulasi instrumen detektor untuk bidang high energy &amp; particle physics, adalah tantangan yang berhasil dilalui Mona pada akhirnya. Belajar dengan keras dan fokus serta pantang menyerah adalah kunci keberhasilannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mona sempat mengalami Culture Shock. Atmosfer penelitian di Korea yang harus cepat, perfeksionis dan mengharuskan memiliki mental yang\u00a0 kuat. Bersyukur, semua dapat diatasi dengan banyak diskusi dengan temen dan post docs\u00a0 sangat membantu Mona. Hal lain yang dirasakannya,\u00a0 tuntutan yang tinggi dalam kolaborasi dan penelitian yang besar seperti AMoRE, sedangkan Mona masih terbilang sebagai pendatang baru.\u00a0 Namun Mona yakin,\u00a0 bahwa memiliki masalah dalam hidup dan penelitian adalah sesuatu yang normal, life is never easy. Setiap masalah itu ternyata bisa membuat Mona\u00a0 menjadi semakin kuat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mona sedikit bercerita mengenai menulis jurnal. Pertama kali menulis jurnal,\u00a0 dilaluinya dengan penolakan beberapa kali\u00a0 oleh journal\/publisher. Tetap semangat, terus memperbaiki kualitas\u00a0 tulisan akhirnya dapat\u00a0 berbuah manis, dengan\u00a0 tulisannya\u00a0 yang dapat\u00a0 published.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kebijakan ITB terkait sidang tertutup dan sidang terbuka online selama masa pandemi menjadi kemudahan bagi\u00a0 Mona\u00a0 yang\u00a0 \u00a0sedang berada\u00a0 di luar negeri. Untuk kembali ke Indonesia,\u00a0 cukup tricky persyaratan dan prosedur yang harus ditempuh\u00a0 sampai mendapatkan izin terbang. Kalau dihitung, mungkin\u00a0 minimal 5 sampai 6 kali Mona\u00a0 harus\u00a0 melalukan tes swab sampai\u00a0 tiba di\u00a0 Indonesia. Ditambah lagi Korea sempat menutup pintu masuk kedatangan di Bandara Incheon selama pandemi Covid-19. Sehingga jika Mona\u00a0 sudah kembali ke Indonesia, akan sulit untuk re-entry kembali ke Korea.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Penyuka\u00a0 masak dan travelling ini, sejak Juli 2017 terdaftar sebagai non-permanent researcher di Center for Underground Physics (CUP), Institute for Basic Science (IBS), Daejeon, Korea Selatan. Bukan tidak ingin Mona kembali\u00a0 ke tanah air, namun belum mendapatkan home base di Indonesia yang menjadi alasannya belum kembali\u00a0 ke Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk Mona,\u00a0 \u00a0ITB adalah\u00a0 \u00a0tempat\u00a0 bertumbuh, mengubah diri tidak\u00a0 hanya dalam hal akademik, soal dedikasi dan totalitas dalam meraih tiap asa tanpa pernah berfikir untuk menyerah. ITB mengajarkan, setiap detil perjuangan, pengorbanan waktu, tenaga dan fikiran, tidak lain agar kelak mampu menjalankan peran sebaik-baiknya ditengah masyarakat umum, menebarkan manfaat bagi bangsa dan tanah air, tentu saja demi meraih keberkahan dariNya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ada hal menarik yang dapat diambil dari kisah Mona. Apapun yang terjadi, sesulit apapun itu adalah yang terbaik yang\u00a0 telah\u00a0 diberikanNya. Tugas Manusia adalah menjadi versi terbaik dan mempersembahkan yang terbaik yang bisa\u00a0 diberikan.\u00a0 Do the best, let God do the rest.<\/p>\n<p>Penulis : Ani Hamidah<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona2.jpg\" rel=\"attachment wp-att-5419\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5419\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona2.jpg\" alt=\"mona2\" width=\"535\" height=\"402\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Saat Presentasi di Sidang Terbuka Program Doktor<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona3.jpg\" rel=\"attachment wp-att-5420\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5420\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona3.jpg\" alt=\"mona3\" width=\"602\" height=\"347\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Berfoto bersama Ketua Sidang, Dekanat SPs, Pembimbing dan Penguji Sidang Terbuka<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona4.jpg\" rel=\"attachment wp-att-5421\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5421\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona4.jpg\" alt=\"mona4\" width=\"592\" height=\"243\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">AMoRE Collaboration Meeting, January 2018<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona5.jpg\" rel=\"attachment wp-att-5422\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5422\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona5.jpg\" alt=\"mona5\" width=\"588\" height=\"302\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Yangyang Underground Laboratory (Y2L), Yangyang, Korea Selatan<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona6.jpg\" rel=\"attachment wp-att-5423\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5423\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona6.jpg\" alt=\"mona6\" width=\"602\" height=\"367\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Bersama pembimbing, Prof. Dr. -Ing Mitra Djamal dan Keluarga, Prof. Dr. Hong Joo Kim, serta kolega satu lab. (Korea, Winter, 2019).<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona7.jpg\" rel=\"attachment wp-att-5424\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5424\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona7.jpg\" alt=\"mona7\" width=\"595\" height=\"327\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Asosiasi Peneliti Indonesia di Korea (APIK) bersama Dubes RI-Seoul Umar Hadi.<br \/>\n(Desember, 2019).<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona8.jpg\" rel=\"attachment wp-att-5425\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5425\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona8.jpg\" alt=\"mona8\" width=\"543\" height=\"395\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">International Food Festival, Daejeon, Fall 2018<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona9.jpg\" rel=\"attachment wp-att-5426\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5426\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona9.jpg\" alt=\"mona9\" width=\"402\" height=\"255\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Tampak Depan Headquarter Institute for Basic Science (IBS), Daejeon, Korea Selatan<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona10.jpg\" rel=\"attachment wp-att-5427\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5427\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/mona10.jpg\" alt=\"mona10\" width=\"264\" height=\"345\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Musim Dingin di Korea Desember 2020<\/p>\n<p>\u00a0[\/vc_column_text][\/vc_column][\/vc_row]<\/p>\n<\/section>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text] Mona Berlian Sari atau biasa disapa Mona sangat menyukai Fisika. Program Studi Fisika diambil saat kuliah di Universitas Negeri Padang. Kemudian Mona melanjutkan studi Program Magister dan Doktor Fisika FMIPA ITB. Mona yang bercita-cita menjadi dosen di perguruan tinggi, sempat merasa gagal. Kegagalannya apply salah satu beasiswa, karena syarat TOEFL yang tidak terpenuhi tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5555,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,3],"tags":[],"class_list":["post-5554","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-alumni","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5554","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5554"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5554\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7631,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5554\/revisions\/7631"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5555"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5554"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5554"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5554"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}