{"id":5356,"date":"2020-12-14T13:45:01","date_gmt":"2020-12-14T13:45:01","guid":{"rendered":"http:\/\/www.sps.itb.ac.id\/in\/?p=5176"},"modified":"2022-09-20T06:32:12","modified_gmt":"2022-09-20T06:32:12","slug":"tjutju-widjaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/tjutju-widjaja\/","title":{"rendered":"Ibu Tjutju Widjaja Lulus Program Doktor Ilmu Seni Rupa dan Desain ITB pada usia 79 Tahun"},"content":{"rendered":"<section class=\"wpb-content-wrapper\"><p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]<a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2020\/12\/tjuju2.jpeg\" rel=\"attachment wp-att-5178\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5178 aligncenter\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2020\/12\/tjuju2.jpeg\" alt=\"tjuju2\" width=\"720\" height=\"406\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ibu Tjutju Widjadja, atau biasa disapa Ibu Tjutju menyelesaikan program sarjana di Fakultas Seni Rupa dan Desain sebuah PTS di Bandung. Kemudian melanjutkan Program Magister Seni Rupa di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, Bandung pada tahun\u00a0 2008 atau tepat ketika berusia 67 tahun, dan lulus dua tahun kemudian pada\u00a0 tahun 2010. Keinginan kuat untuk terus belajar dan berkarya, juga\u00a0 Ingin lebih dalam mempelajari kebudayaan Tonghoa-Indonesia, dan\u00a0 mengekspresikannya dalam bentuk karya seni dengan harapan dapat berkontribusi dan bermanfaat bagi publik Indonesia,\u00a0 dibuktikannya\u00a0 dengan mengikuti\u00a0 Program Doktor di tahun 2017 pada usia 76 tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Beruntung pekerjaan dan perkuliahan\u00a0 berada dalam bidang yang sama,\u00a0 yaitu seputar praktik dan wawasan kebudayaan Tionghoa-Indonesia. Oleh karenanya antara pekerjaan dan perkuliahan dapat saling mendukung, hal ini yang\u00a0 kemudian memudahkan Ibu Tjutju dalam membagi waktu antara kuliah dan kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Usia senja bukan halangan bagi Ibu Tjutju menyelesaikan Program Doktor. Disertasi berjudul &#8220;Representasi Feminisme Kelenteng Perempuan dan Zhai Ji di Bandung&#8221;, mengenai Kelenteng Perempuan dan Zhai Ji\u00a0 yang merupakan salah satu bentuk kebudayaan asli Tionghoa yang telah lama menjadi bagian dari Indonesia. Kelenteng Perempuan dan Zhai Ji lahir berkat perjuangan kaum perempuan yang mengalami beragam penindasan. Riset yang\u00a0 Ibu Tjutju\u00a0 lakukan dalam lingkup seni rupa, dan hasil akhirnya adalah sebuah\u00a0 karya seni. Ibu Tjutju sangat terkesan mengenai\u00a0 beragam temuan baru dalam proses risetnya, karena literatur dan riset mengenai hal tersebut sangat sulit ditemukan di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kesuksesan yang diraih Ibu Tjutju tak lepas dari\u00a0 keberhasilannya dalam menghadapi hambatan. Salah satu hambatan\u00a0 terbesar adalah minimnya literatur mengenai topik disertasinya. Oleh karenanya tidak cukup hanya sekedar studi literatur, Ibu Tjutju harus melakukan observasi langsung, dan tidak semua Kelenteng Perempuan terbuka kepada publik pada umumnya, mereka merupakan\u00a0 institusi agama yang harus terpaku pada beberapa aturan yang kadang menjadi sedikit hambatan dalam proses riset.\u00a0 \u00a0Namun semua terbayarkan dengan keberhasilan Ibu Tjutju dalam menulis dan berhasil di publikasikan dalam jurnal internasional (copernicus).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Belajar, bekerja\u00a0 sekaligus menggeluti hobi dalam satu bidang yaitu\u00a0 seni kaligrafi,\u00a0 tentu saja\u00a0 menjadi hal yang menyenangkan bagi Ibu Tjutju. Tak lepas dia\u00a0 bersyukur memiliki promotor, pembimbing yang baik dan cukup sabar atas segala kekurangannya, dan juga\u00a0 teman-teman kuliah seangkatan yang sangat mendukung dan menyenangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung\u00a0 bukan penghalang bagi\u00a0 Ibu Tjutju menyelesaikan studinya. Namun,\u00a0 semakin\u00a0 menuntut\u00a0 Ibu Tjutju\u00a0 memiliki pemahaman dalam hal penggunaan teknologi. Melalui Sidang Terbuka Daring yang berhasil dilaksanakan pada hari\u00a0 Kamis, 10 Desember 2020, Ibu Tjutju\u00a0 resmi\u00a0 meraih gelar Doktor pada usia 79 tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ibu Tjutju pemilik moto jangan pernah berhenti belajar, berhasil membuktikan bahwa usia senja bukan penghalang dalam menuntut ilmu, dan sejatinya hidup adalah proses dimana kita terus belajar tanpa ada batas umur tanpa ada kata tua.<\/p>\n<p>Penulis : Ani Hamidah<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2020\/12\/tjuju.jpg\" rel=\"attachment wp-att-5177\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-5177 aligncenter\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2020\/12\/tjuju.jpg\" alt=\"tjuju\" width=\"740\" height=\"432\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Saat melaksanakan Sidang Terbuka Secara Online<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2020\/12\/tjuju3.jpg\" rel=\"attachment wp-att-5179\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-5179 aligncenter\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2020\/12\/tjuju3.jpg\" alt=\"tjuju3\" width=\"720\" height=\"479\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Pameran Seni Kaligrafi China &amp; Chinese Painting Indonesia-China, 2013<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2020\/12\/tjuju4.jpgg\" rel=\"attachment wp-att-5180\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-5180 aligncenter\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2020\/12\/tjuju4.jpg\" alt=\"tjuju4\" width=\"720\" height=\"496\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Pameran Tunggal Tjutju Widjaja: &#8220;Parhessia&#8221;, Pullmann Central Park-Indonesia, 2017<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2020\/12\/tjuju5.jpg\" rel=\"attachment wp-att-5181\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-5181 aligncenter\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2020\/12\/tjuju5.jpg\" alt=\"tjuju5\" width=\"640\" height=\"426\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">(Pameran Tunggal Tjutju Widjaja: Hear No Evil, See No Evil, Galeri Cemara-Indonesia, 2016)<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2020\/12\/tjuju6.jpg\" rel=\"attachment wp-att-5182\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-5182 aligncenter\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2020\/12\/tjuju6.jpg\" alt=\"tjuju6\" width=\"720\" height=\"481\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">(Pertandingan Persahabatan Xian Qi, YDSP, Bandung 2016)<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2020\/12\/tjuju7.jpg\" rel=\"attachment wp-att-5183\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-5183 aligncenter\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2020\/12\/tjuju7.jpg\" alt=\"tjuju7\" width=\"540\" height=\"803\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Bersama teman-teman\u00a0Program Doktor Angkatan 2017<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2020\/12\/tjuju8.jpg\" rel=\"attachment wp-att-5189\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-5189 aligncenter\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2020\/12\/tjuju8.jpg\" alt=\"tjuju8\" width=\"720\" height=\"480\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">(Demo Kaligrafi , Bandung, 2013)<\/p>\n<p>\u00a0[\/vc_column_text][\/vc_column][\/vc_row]<\/p>\n<\/section>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text] Ibu Tjutju Widjadja, atau biasa disapa Ibu Tjutju menyelesaikan program sarjana di Fakultas Seni Rupa dan Desain sebuah PTS di Bandung. Kemudian melanjutkan Program Magister Seni Rupa di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, Bandung pada tahun\u00a0 2008 atau tepat ketika berusia 67 tahun, dan lulus dua tahun kemudian pada\u00a0 tahun 2010. Keinginan kuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5636,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,3],"tags":[],"class_list":["post-5356","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-alumni","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5356","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5356"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5356\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7623,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5356\/revisions\/7623"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5636"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}