{"id":5345,"date":"2020-09-24T14:51:23","date_gmt":"2020-09-24T14:51:23","guid":{"rendered":"http:\/\/www.sps.itb.ac.id\/in\/?p=4977"},"modified":"2022-09-20T06:47:14","modified_gmt":"2022-09-20T06:47:14","slug":"slamet-tuty","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/slamet-tuty\/","title":{"rendered":"Slamet Tuty  Berhasil Lulus  Program Pascasarjana ITB setelah Purnabakti  Pegawai Negeri Sipil"},"content":{"rendered":"<p>[:IN]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/tuty1.png\" rel=\"attachment wp-att-4978\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4978 alignleft\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/tuty1.png\" alt=\"tuty1\" width=\"431\" height=\"266\" \/><\/a><br \/>\nSlamet Tuty, atau biasa disapa Oma Tuty atau Bu Tuty sukses lulus Program Magister dan Program Doktor yang dimulai ketika memasuki purna bakti dari Dinas Kesehatan Bandung. Bu Tuty yang pensiun Tahun 2010, kemudian merasa terpanggil menuntut ilmu di Bidang Farmasi karena ingin menambah wawasan dengan ilmu-ilmu baru, termasuk ilmu farmasi yang berkembang cepat. Hal inilah yang menuntutnya terus mengembangkan diri agar dapat berbagi kepada mahasiswa di sebuah PTS Bandung, tempatnya bekerja saat ini. Selama 10 tahun beliau kuliah, Bu Tuty berhasil menamatkan 2 program sarjana, 1 profesi apoteker dan 2 program pascasarajana. Berkat ketekunannya menuntut ilmu, di ITB Bu Tuty berhasil lulus Program Magister hanya dalam waktu 3 semester, dan Program Doktor dalam waktu 6 semester.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berawal dari kejeliannya dalam melihat empedu ayam,\u00a0 limbah\u00a0 yang biasanya dibuang, sehingga terpikir olehnya\u00a0 bila limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat yang biasa disebut <strong><em>from zero to hero<\/em><\/strong>, dan juga hingga saat ini belum ada penelitian khusus tentang pemanfaatan limbah empedu ayam untuk kepentingan manusia, walaupun secara empiris sudah ada yang memanfaatkan untuk mengobati diabetes, malaria, asma, meningkatkan stamina, namun hasilnya belum dibuktikan secara ilmiah, Bu Tuty tertarik meneliti tentang empedu ayam tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Disertasi berjudul <strong><em>Kajian Etnofarmakognosi dan Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Kimia Empedu Ayam<\/em><\/strong>, berhasil dirampungkan \u00a0dengan keberhasilannya dalam melakukan hipotesis penelitian yang\u00a0 terbukti dengan ditemukannya Ekstrak, fraksi dan subfraksi empedu ayam memiliki aktivitas antioksidan, subfraksi empedu ayam mengandung senyawa aktif antioksidan yaitu (E)-heksadesil-ferulat, antioksidan \u00a0yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia untuk menangkal radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit degeneratif mulai dari penyakit auto imun, penyakit jantung dan diabetes sampai kanker. Hasil dari penelitiannya, diperoleh kesimpulan bahwa ternyata\u00a0 empedu ayam yang merupakan limbah yang biasanya dibuang, \u00a0menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi tubuh manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Penelitian ini juga menemukan kandungan kimia lain dari empedu ayam yaitu kolesterol, asam oleat, asam n- heksadekanoat, asam oktadekanoat dan asam palmitoleat. Ini adalah asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bukan hal mudah baginya melakukan penelitian saat melakukan isolasi untuk mendapatkan isolat. Diperlukan ketelitian, ketekunan, bekerja harus septik, bersih untuk mengurangi pengotor yang akan terikut pada pekerjaan, karena biasanya isolat yang diperoleh jumlahnya sangat sedikit (dalam hitungan mg), sehingga pekerjaan ini harus diulang-ulang untuk mengumpulkan hasilnya agar memenuhi syarat untuk diidentifikasi. Dan tentu saja diperlukan pengetahuan yang mumpuni dalam membaca hasil NMR, LCMS, GCMS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketekunannya berbuah manis, 2\u00a0 jurnal\/publikasi \u00a0ilmiah \u00a0telah terbit pada tempat yang sama yaitu\u00a0 di International Journal of Research in Pharmaceutical Scienches (terindex Scopus),\u00a0 berjudul <em>Antioxidant Profile of Chicken Bile Extract and Correlation with Chemical Content, \u00a0Published<\/em>; Juli 2019. <em>Dominant Chemical Compound of Chicken Bile Extract, \u00a0Publish<\/em>: Mei 2020.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bu Tuty \u00a0penyuka olah raga jogging dan jalan-jalan ini\u00a0 pun pernah mengalami\u00a0 hal pahit dalam menulis jurnal. Tidak\u00a0 ada tanggapan \u00a0hingga berbulan-bulan sejak jurnal <em>submitted<\/em>, ataupun revisi berulang-ulang tetapi untuk hal yang sama, dan \u00a0juga kendala\u00a0 dalam Bahasa Inggris.\u00a0 Untuk usia beliau yang terbilang tidak muda, beliau masih produktif, \u00a0meskipun pandemi Covid-19 \u00a0yang membatasi \u00a0akses ke \u00a0kampus ITB \u00a0tetapi membuatnya cepat beradaptasi dengan tata cara sidang online, untuk Sidang Tertutup maupun Sidang Terbuka dan nanti Wisuda Oktober 2020 nanti\u00a0 Bu Tuty akan\u00a0 mendapatkan gelar Doktor Bidang Farmasi.\u00a0 Kini, selepas kelulusan Bu Tuty akan terus bekerja menjadi dosen PTS, apoteker, dan \u00a0juga menjadi pembina yayasan yang selama ini diasuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dari Bu Tuty kita dapat belajar bahwa \u00a0tidak ada alasan untuk tidak belajar di usia senja. Usia bukanlah hambatan selama tekad, keinginan dan selama tetap\u00a0 semangat\u00a0 dalam mencari ilmu. Tidak ada kata terlambat untuk kembali mengkaji ilmu.\u00a0 Dunia pendidikan sudah lama mendengungkan istilah\u00a0<em>long life education<\/em> (pendidikan seumur hidup),\u00a0 hakikatnya mencari ilmu itu sepanjang hayat. Mari senantiasa bersemangat dalam mencari ilmu!<\/p>\n<p>Penulis : Ani Hamidah<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/tuty2.png\" rel=\"attachment wp-att-4979\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-4979 aligncenter\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/tuty2.png\" alt=\"tuty2\" width=\"300\" height=\"171\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Saat sedang Sidang Terbuka Online<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/tuty3.png\" rel=\"attachment wp-att-4980\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-4980 aligncenter\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/tuty3.png\" alt=\"tuty3\" width=\"257\" height=\"300\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Saat Wisuda dari Program Magister Farmasi, Tahun 2017<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/tuty5.png\" rel=\"attachment wp-att-4982\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-4982 aligncenter\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/tuty5.png\" alt=\"tuty5\" width=\"300\" height=\"180\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Berfoto bersama teman kuliah saat di Program\u00a0 Doktor Farmasi ITB<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/tuty6.png\" rel=\"attachment wp-att-4983\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-4983 aligncenter\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2021\/06\/tuty6.png\" alt=\"tuty6\" width=\"254\" height=\"300\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sesat setelah mengikuti Workshop Analisis Mutu Obat Herbal di SF ITB<\/p>\n<p>[:]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[:IN] Slamet Tuty, atau biasa disapa Oma Tuty atau Bu Tuty sukses lulus Program Magister dan Program Doktor yang dimulai ketika memasuki purna bakti dari Dinas Kesehatan Bandung. Bu Tuty yang pensiun Tahun 2010, kemudian merasa terpanggil menuntut ilmu di Bidang Farmasi karena ingin menambah wawasan dengan ilmu-ilmu baru, termasuk ilmu farmasi yang berkembang cepat. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5688,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,3],"tags":[],"class_list":["post-5345","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-alumni","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5345","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5345"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5345\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6387,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5345\/revisions\/6387"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5688"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5345"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5345"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5345"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}