Silaturahmi Iedul Fitri 1438 H Keluarga Besar SAPPK-ITB

Rabu, 5 Juli 2017

Keluarga Besar Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung mengadakan acara Silaturahmi Iedul Fitri 1438 H / tahun 2017, pada hari Rabu  [5/7/2017] mulai pukul 10:30 – 14:00 WIB bertempat di Selasar Bawah Labtek IXA Sugijanto Soegijoko Perencanaan Wilayah dan Kota – SAPPK ITB, Jalan Ganesha 10 Bandung.

Agenda kegiatan diawali dengan pembukaan acara yang disampaikan oleh Sdri. Winda Djohar yang bertindak sebagai MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang disampaikan oleh dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Alhilal Furqan, BSc, MSc, Ph.D.

Dalam sambutannya, Dekan SAPPK-ITB,  Prof. Dr.-Ing. Ir. Widjaja Martokusumo  menyampaikan apresiasi serta penghargaan yang tinggi kepada seluruh hadirin yang telah berkenan memenuhi undangan Dekan SAPPK, selain itu beliau menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara Silaturahmi Iedul Fitri 1438 H Keluarga Besar SAPPK-ITB tahun ini diadakan di dalam kampus, semata-mata untuk menumbuhkan rasa menghargai atas ‘rumah kita’ sebagai identitas yang membanggakan. Pada akhir sambutannya beliau menyampaikan ucapan “selamat idul fitri, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir batin” baik atas nama dekan SAPPK maupun pribadi dan keluarga.

Tausyiah disampaikan oleh Ustadz Abu Rabbani : bertema manusia berakhlak Qurani. Beliau memaparkan tentang hadits : “Sesungguhnya Alloh SWT memiliki keluarga diantara manusia”, makna dari hadits ini adalah untuk menggambarkan betapa dekatnya Alloh SWT dengan mereka yang ahlul quran, yakni manusia yang berkepribadian alquran, seperti halnya Rosullullah SAW.  Al-Quran sebagai sumber kemulyaan hidup umat manusia,  sejarah telah mencatat bahwa islam pernah berjaya selama 8 abad karena kaumnya menjalankan ahlak qurani.

Bulan Ramadhan identik dengan bulan Al-Quran, maka seyogyanyalah umat muslim mampu membaca/khotam Al-Quran selama bulan Ramadhan, namun tidaklah demikian pada kenyataannya. Untuk itulah Ustadz Abu Rabani menganjurkan kepada kita kaum muslim untuk senantiasa mempelajari Al-Quran, karena manusia yang senantiasa “berquran” sesungguhnya ia sedang berdagang dengan Alloh SWT yang tidak pernah rugi.

Saat ini banyak metodologi membaca Al-Quran; antara lain ada metodologi yang membaca Al-Quran dalam waktu 3 hari saja, kemudian untuk mampu membaca Al-Quran dengan  tartil, hanya memerlukan waktu  3 jam, serta metode menghafal Al-Quran dalam 3 hari.

Memahami Al-Quran, merupakan hal terpenting;  oleh karena itu manusia yang telah faham terhadap kandungan Al-Quran, senantiasa akan tercermin dari apa yang disebut pribadi qurani, yang akan mengaplikasikannya pada setiap perilaku, karena Al-Quran itu sendiri merupakan Mukjizat. Pada akhir tausyiahnya, ustadz Abu Rabani mengharapkan apa yang disampaikannya dapat bermanfaat bagi hadirin.

Berita Terkait

English