{"id":1942,"date":"2020-06-03T11:08:42","date_gmt":"2020-06-03T04:08:42","guid":{"rendered":"http:\/\/dosen.ar.itb.ac.id\/kkstka\/?p=1942"},"modified":"2021-05-06T01:05:11","modified_gmt":"2021-05-06T01:05:11","slug":"komodifikasi-rumah-tinggal-hindia-belanda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/2020\/06\/03\/komodifikasi-rumah-tinggal-hindia-belanda\/","title":{"rendered":"Komodifikasi Rumah Tinggal Hindia Belanda"},"content":{"rendered":"<p>Penulis: <a href=\"mailto:gantinimail@gmail.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dr. Christina Gantini, M.T<\/a>.<\/p>\n<p>Penerbit: ITBPress<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perubahan zona peruntukan lahan rumah tinggal menjadi perdagangan dan jasa pada kawasan di sekitar Gedung Sate merupakan isu utama penelitian yang dituliskan kembali ke dalam buku ini. Terjadinya perubahan zonasi, berawal dari peruntukan kawasan perumahan (masterplan Hindia Belanda 1933-1938) berubah menjadi zonasi peruntukan kawasan perdagangan dan jasa (Perda RDTR Kota Bandung, 2015).\u00a0Fenomena perubahan dari kawasan perumahan Hindia Belanda menjadi kawasan komersial merupakan masalah yang menarik untuk diteliti, mengingat banyak warisan arsitektur berupa bangunan dengan langgam Hindia Belanda, yang kemudian beralih fungsi dan rupa menjadi bangunan yang modern\/kontemporer. Pada sisi lain walaupun perubahan pada fungsi bangunan rumah tinggal memberi manfaat ekonomi karena menaikkan pendapatan pemilik rumah, namun terjadinya komodifikasi dalam ruang domestik tersebut pada hakekatnya cenderung \u2018merusak\u2019 wajah kota, terutama merusak identitas kawasan Gedung Sate, yang merupakan aset utama kota dan sekaligus hilangnya <em>brand-image<\/em> kota Bandung sebagai destinasi kota wisata dengan banyak peninggalan bangunan berlanggam Hindia Belanda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Dr. Christina Gantini, M.T. Penerbit: ITBPress Perubahan zona peruntukan lahan rumah tinggal menjadi perdagangan dan jasa pada kawasan di sekitar Gedung Sate merupakan isu utama penelitian yang dituliskan kembali ke dalam buku ini. Terjadinya perubahan zonasi, berawal dari peruntukan kawasan perumahan (masterplan Hindia Belanda 1933-1938) berubah menjadi zonasi peruntukan kawasan perdagangan dan jasa (Perda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1216,"featured_media":1943,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1942","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-buku","post_format-post-format-gallery"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1942","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1216"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1942"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1942\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2895,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1942\/revisions\/2895"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}