{"id":1826,"date":"2018-12-20T09:46:05","date_gmt":"2018-12-20T02:46:05","guid":{"rendered":"http:\/\/dosen.ar.itb.ac.id\/kkstka\/?p=1826"},"modified":"2018-12-20T09:46:05","modified_gmt":"2018-12-20T02:46:05","slug":"indah-widiastuti-arsitektur-matrilineal-di-asia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/2018\/12\/20\/indah-widiastuti-arsitektur-matrilineal-di-asia\/","title":{"rendered":"Indah Widiastuti: Arsitektur Matrilineal di Asia"},"content":{"rendered":"<p class=\"entry-title\" style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-content\/uploads\/sites\/267\/2018\/12\/IMG_7035.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1889\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-content\/uploads\/sites\/267\/2018\/12\/IMG_7035.jpg\" alt=\"\" width=\"3648\" height=\"2048\" \/><\/a><\/p>\n<p class=\"entry-title\" style=\"text-align: justify\">Untuk kali keenam Laboratorium Sejarah, Kajian Teknologi dan Desain \u2013 Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) dan Program Studi Magister Arsitektur Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) \u00a0telah menggelar bedah karya ilmiah dalam wacana populer yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 15 Desember 2018. Kegiatan ini didukung oleh SAN-EI, yang merupakan produsen sanitair berlevel internasional. Kali ini, yang menjadi bahan kajian untuk dibedah adalah disertasi dari Indah Widiastuti, S.T., M.T., Ph.D. \u2013 dosen arsitektur Institut Teknologi Bandung \u2013 yang berjudul <em>Kajian Kritis Mengenai Arsitektur Masyarakat Matrilineal di Asia; Perbandingan Arsitektur-Permukiman Minangkabau Indonesia dan Kerala India.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Disertasi yang diselesaikan di Anna University Chennai ini dibahas oleh Dr. Johannes Adiyanto, S.T., M.T. \u2013 dosen arsitektur Universitas Sriwijaya Palembang dan Dr. Ir. Revianto Budi Santosa, M.Arch. \u2013 dosen arsitektur Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Diskusi ini dimoderatori oleh Ir. Mahatmanto, M.T. \u2013 dosen arsitektur Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Paparan Indah Widiastuti ini merupakan pintu masuk yang membuka cakrawala pemahaman dan pemikiran kita atas rumah. Makna-makna yang berbeda dan lebih mendalam akan diulik dan dipaparkan dalam bedah karya ilmiah dalam wacana populer pada edisi terakhir di tahun 2018 ini. Indah Widiastuti memaparkan bahwa arsitektur dalam tradisi matrilineal memiliki ciri khas yang terwujud di dalam ruang-ruang dan batas-batas ruang yang terjadi. Dalam hal ini, Indah Widiastuti membandingkan antara tradisi matrilineal di Kerala, India dan di Minangkabau, Indonesia. Keduanya menunjukkan bahwa dalam tradisi matrilineal ternyata perempuan memiliki peran yang menentukan dalam mengatur \u201ckehidupan\u201d dan \u201cruang\u201d di wilayahnya, yang masih berlangsung hingga saat ini, sehingga cukup menarik untuk dikaji.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Johannes Adiyanto dalam pembahasannya menyoroti tentang <em>\u201cThe Power of Emak-emak\u201d<\/em>, bahwa perempuan juga memiliki \u201clogika\u201d dan alur pikir sendiri yang berbeda dengan laki-laki. Jadi, sebetulnya ada \u201cpengetahuan tersembunyi\u201d di sini, mengingat arsitektur dan ruang yang \u201cdikuasai\u201d oleh perempuan memiliki karakteristik yang berbeda dengan arsitektur dan ruang yang dikuasai laki-laki. Dan hal itu layak untuk dibongkar dan dimunculkan, agar kita bisa lebih kritis dalam menyikapi dunia ruang dan arsitektur yang hampir semuanya didominasi laki-laki tanpa ada alternatif dan pembanding.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sedangkan Revianto Budi Santosa membahas secara menarik dengan mengambil kata-kata kunci kritis dari dalam disertasi itu sendiri. Seperti tentang kekuatan perempuan, manajemen, <em>sustainability<\/em>, kontrol, rumah dan lain-lain. Dari situ kemudian bisa disimpulkan bagaimana pembandingan itu (antara Kerala, India dan Minangkabau, Indonesia) bisa terjadi secara lebih tepat. Bahwa wanita\/perempuan yang \u201clemah\u201d memiliki kekuatan yang hebat untuk mampu bersifat\u00a0<em>permeable<\/em>, bisa menyusup secara halus ke sana-sini, sehingga kelemahannnya kemudian berbalik menjadi \u201ckekuatannya\u201d. Revianto juga menunjukkan bahwa Kerala masih punya potensi untuk dibandingkan juga dengan arsitektur Nusantara yang lain, misalnya Jawa, karena ada beberapa bangunan yang menunjukkan kemiripan dengan Jawa. Dengan demikian, disertasi ini masih punya kemungkinan untuk bisa berkembang lebih jauh lagi dan menjangkau ranah-ranah baru yang sebelumnya belum pernah dikaji secara mendalam. (linda)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-content\/uploads\/sites\/267\/2018\/12\/IMG_7140-edit-kirim-1024x502.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-1830 size-full\" src=\"http:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-content\/uploads\/sites\/267\/2018\/12\/IMG_7140-edit-kirim-1024x502.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"502\" srcset=\"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-content\/uploads\/sites\/267\/2018\/12\/IMG_7140-edit-kirim-1024x502.jpg 1024w, https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-content\/uploads\/sites\/267\/2018\/12\/IMG_7140-edit-kirim-1024x502-300x147.jpg 300w, https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-content\/uploads\/sites\/267\/2018\/12\/IMG_7140-edit-kirim-1024x502-768x377.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Sumber:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.ukdw.ac.id\/39505-2\/\">Bedah Karya Ilmiah: Arsitektur Matrilineal di Asia<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk kali keenam Laboratorium Sejarah, Kajian Teknologi dan Desain \u2013 Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) dan Program Studi Magister Arsitektur Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) \u00a0telah menggelar bedah karya ilmiah dalam wacana populer yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 15 Desember 2018. Kegiatan ini didukung oleh SAN-EI, yang merupakan produsen sanitair berlevel internasional. Kali ini, yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1216,"featured_media":1830,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,5],"tags":[],"class_list":["post-1826","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penelitian","category-pengabdian-kepada-masyarakat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1826","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1216"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1826"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1826\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1830"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/kkstka\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}