PARADIGMA KEHIDUPAN : ASEP ZAENAL AUSOP DOSEN AGAMA ISLAM DAN FILSAFAT SAINS KK ILMU KEMANUSIAAN FSRD-ITB

PARADIGMA MAKRO
Paradigma makro apa yang digunakan dalam menjalani kehidupan :

•Paradigma Makro tentang kehidupan mengacu kepada firman Allah di dalam QS. Al-Baqarah [2]: 28: “Kaifa takfuruna billahi wa kuntum amwatan……tsumma ilaihi turja’un”. Banyak ayat-ayat Alquran yang menyatakan wa ilahihi raji’un (dan kepadaNyalah kita dikembalikan).

•Dari ayat Alquran ini dirumuskanlah paradigma makro kehidupan adalah paradigma “PROSES KEMBALI”. Seluruh mukmin harus meyakini bahwa hidup manusia ini adalah proses, yakni proses kembali kepada Allah di akhirat. Manusia berasal dari alam arwah, melaju ke alam rahim, turun ke alam dunia, masuk ke alam qubur serta kembali kepada Allah di alam akhirat.

•Paradigma mikro kehidupan mengacu kepada firman Allah di dalam QS. Al-Baqarah [2]: 155. “Walalabluwannakum bisyaiin minal khaufi, wal ju’I….” Juga di dalam QS.  Al-Mukl [67] : . “Alladzi khalaqa al-mauta wa al-hayata an Allah liyabluwakum ayukum ahsanuamalaDia Allah yang mejadikan kematian dan kehidupan untuk Dia mengujimu siapa yang paling baik amalnya. •Dari kedua ayat Alquran ini disusunlah paradigma mikro kehidupan di dunia ini adalah paradima “AL-MIHNAH” bahwa hidup itu UJIAN” . Jadi lulus tidaknya orang untuk kembali kepada Allah  harus diuji dulu. Jika dia lulus, ia akan masuk surga tetapi jika gugur, ia akan masuk neraka.

Bagaimana cara pandang Islam tentang Kehidupan?

•Hidup adalah Mihnah atau ujian, jadi di dalam hidup terdapat rangkaian soal atau masalah, kaya atau miskin adalah ujian, sehat atau sakit, wajah sempurna atau cacat adalah ujian. Seluruh upaya untuk mengatasi masalah hidup adalah ibadah. •Ujian dilakukan supaya jelas siapa yang harus naik kelas dan siapa yang harus tinggal. Kalau tidak mau diuji berarti dia tidak mau naik kelas.

•Ujian dari Allah tidak akan melebihi kemampun manusia (QS. Al-Baqarah [2]: 286), ibarat guru yang menguji siswa SMP dengan materi ujian yang sesuai dengan kemampun mereka, siswa SMP tidak mungkin diuji dengan mata kuliah S2. Ujian kepada orang awam tidak akan sama dengan ujian kepada ulama, demikain juga ujian kepada ulama tidak akan seberat ujian kepada para nabi.

•RAGAM UJIAN: Ujian dari Allah meliputi: (1). Ujian fisik seperti sakit dan lapar (2). Ujian amalyiah seperti apakah shalatnya thumaninah atau grasa-grusu? (3). Ujian akal seperti apakah akal mu digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah atau tidak? Apakah otakmu diisi ayat Alquran atau hanya diisi nyanyian? (4). Ujian qalbu seperti apakah sabar atau aral ketika ditimpa musibah, apakah ikhlas atau riya, apakah pemaaf atau pendendam (5). Ujian ruhiyah untuk menentukan kelas nafsu, apakah selalu menang atau kalah ketika menghadapi godaan syetan? apakah masuk nafsu kelas amarah, lawwamah atau muthmainnah?. •Tukarlah hidupmu dengan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi. Terbar infaq, jadilah insan pemaaf, tahan amarah, perbanyaklah berdzikir, istighfar, dan berhenti dari seluruh perbuatan keji agar dapat syurga (QS. Ali Imran [3]: 133-135).

Teori terapan apa yang digunakan untuk menjalani kehidupan?

TEORI TERAPAN untuk menjalani kehidupan adalah teori “LILLAHI TA’ALA” yakni apapun yang kita lakukan benar-benar karena Allah, sebagai pengabdian kepada-Nya. •Jatuh bangunnya dalam berjuang mengatasi penyakit kronis diniatkan sebagai pengabdian kepada Allah, demikian juga penatnya mengatasi masalah rumah tangga, lelahnya mengurus anak, sulitnya mencari nafkah, malasnya mencari ilmu, beratnya menahan amarah ketika dihina orang, terseok-seoknya ketika menghindari godaan syetan, semuanya lillhi ta’ala. Bukan karena ingin pujian orang atau karena motif-motif duniawi.

Metode apa yang digunakan untuk menjalani kehidupan?

•METODE yang digunakan untuk menghadapi kehidupan adalah metode “MENYONGSONG TAQDIR”, atau JEMPUT BOLA bukan metode diam dan menunggu. “Man jadda wa jadda” siapa yang bersungguh-sungguh dialah yang akan menemukan hasilnya. •Kita berdoa kepada Allah: “Allahumma inna na’udzu bika minal hammi, wal hazni, wal ‘ajazi, wal kasali, wal jubni, wa ghalabatid-daini wa qahri rijali” (ya Allah, sesungguhnhya kami memohon perlindungan kepada-Mu dari rasa khawatir, ketakutan, lemah, malas, buntu otak, lilitan utang, dan pelecehan orang).

Prinsip-prinsip apa yang digunakan untuk menjalani kehidupan?

1)SABAR: ialah tidak putus ada dalam ber-IKHTIAR dan ber-DOA untuk  mengatasi segala ujian sepanjang proses kehidupan ini. “bersabarlah kamu sebagaimana sabarnya Ulul ‘azmi dari para rasul”. 2)IKHLAS: yakni berjuang mengatasi masalah hanya karena mengharap mardhatillah. 3)TAWAKKAL: ialah menyerahkan hasil akhir segala ikhtiar dan doa kita kepada Allah. 4)QANAAH: yakni rida menerima apapun keputusan Allah, baik nikmat maupun mushibah. 5)SYUKUR: menggunakan segala kenikmatan dari Allah untuk beribadah kepada-Nya.

Dr. Asep Zaenal Ausop, M.Ag

You may also like...