KEGIATAN P3MI (PENELITIAN) KK-ILMU KEMANUSIAAN : “Efektifitas Penggunaan Alat Tangkap Ramah Lingkungan Terhadap Kelestarian Ekosistem (Studi Kasus Terhadap Nelayan di Wilayah Kampung.Samadikun, Kelurahan Kasanden, Kecamatan Kejaksaan, Kota Cirebon”

KEGIATAN P3MI (PENELITIAN) KK-ILMU KEMANUSIAAN : “Efektifitas Penggunaan Alat Tangkap Ramah Lingkungan Terhadap Kelestarian Ekosistem (Studi Kasus Terhadap Nelayan di Wilayah Kampung.Samadikun, Kelurahan Kasanden, Kecamatan Kejaksaan, Kota Cirebon”

 

Ade Engkus Kusnadi,M.Pd (Ketua)

Dr.Chairil N. Siregar

Ernawati, ST,MPSDA

Ir. Siti K. Azhari, SH., MT

Amanna Dzikrillah, MAB

 

Deskripsi        :

Potensi Kelautan yang demikian besar menjadi keuntungan tersendiri untuk bangsa Indonesia. Dengan berbekal potensi ini, nampaknya menjadi modal bagi upaya pengembangan Indonesia sebagai poros maritim Dunia. Namun demikian, dibalik banyaknya potensi tersebut ternyata cukup banyak juga kendala sekaligus masalah atau Diantara sekian banyak masalah yang dihadapi di bidang kelautan, masalah kelestarian ekosistem menjadi salah satu isu yang menarik untuk dikaji. Intinya, jangan sampai kegiatan ekspoitasi terhadap potensi sumber daya perairan membahayakan terhadap kelangsungan ekosistem.

Selama ini yang seringkali menjadi persoalan adalah penggunaan alat tangkap ikan yang lebih menguntungkan secara ekonomi akan tetapi adakalanya mengabaikan aspek kelestarian ekosistem. Apalagi kalau kegiatan seperti ini sudah dilakukan dalam skala besar dan secara terus menerus maka dikhawatirkan akan membahayakan ekosistem perairan. Penggunaan alat tangkap ramah lingkungan menjadi isu penting yang dapat dikembangkan dalam kehidupan nelayan kita. Walaupun secara ekonomis hal ini tidak memberikan keuntungan yang sangat signifikan, tapi dari sisi pelestarian lingkungan upaya ini akan sangat membantu. Dampak penggunaan alat tangkap yang tidak tepat terhadap kelestarian ekosistem diantaranya akan merusak bahkan membahayakan ekosistem sehingga kelestarian potensi laut akan terancam.

Berikutnya yang tidak kalah penting adalah persoalan sumber daya manusia. Sumber daya Manusia (man power) merupakan kemampuan yang dimiliki setiap manusia. Sumber daya Manusia (man power) adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan dan daya fisik yang dimiliki individu. Perilaku dan sifatnya di tentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya di motivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya (Malayu,2007).

 

 

Gambar 1. Konsep Sumber Daya Manusia

Sumber  Malayu,2007

 

Berdasarkan gambaran di atas, nampak bahwasannya upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia di wilayah pesisir harus turut melibatkan pengembangan daya pikir dan daya fisik. Daya pikir perlu dikembangkan agar para nelayan khususnya memiliki pemahaman yang baik mengenai upaya pelestarian sumber daya laut. Selain itu, nelayan juga diharapkan memiliki kemampuan rencana stategis berupa penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena pengaruh lingkungan yang sudah terlanjur berfikir ekonomis sekalipun dengan menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.

 

 

 

 

You may also like...