{"id":8694,"date":"2022-04-26T01:37:57","date_gmt":"2022-04-26T01:37:57","guid":{"rendered":"https:\/\/fitb.itb.ac.id\/?p=8694"},"modified":"2022-04-26T02:25:03","modified_gmt":"2022-04-26T02:25:03","slug":"bedah-peran-informasi-geospasial-dalam-perencanaan-pembangunan-dan-pengembangan-lingkungan-hidup-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/bedah-peran-informasi-geospasial-dalam-perencanaan-pembangunan-dan-pengembangan-lingkungan-hidup-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Bedah Peran Informasi Geospasial dalam Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Lingkungan Hidup di Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.itb.ac.id\/files\/dokumentasi\/1650599293-informasi-geospasial-1.jpeg\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>BANDUNG, itb.ac.id\u2014Seminar \nbulanan Dosen Teknik Geodesi dan Geomatika ITB kembali digelar untuk \nketiga kalinya. Kegiatan yang sudah berlangsung sejak bulan Februari itu\n menghadirkan dosen-dosen dari berbagai kelompok keahlian dengan topik \nyang beragam.                                                           \n                         <\/p>\n\n\n\n<p>Dr. Akhmad Riqqi, dari Kelompok \nKeahlian Inderaja dan Sains Informasi Geografis, menjadi pembicara pada \nkegiatan yang dilangsungkan Rabu (6\/4\/2022). Ia mengulas tentang \ninformasi geospasial yang menunjang perencanaan pembangunan dan \npengelolaan lingkungan hidup di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPengelolaan lingkungan\n hidup tidak bisa terpisahkan karena negara ini telah mengatur supaya \nperencanaan pembangunan yang dilakukan berwawasan lingkungan. Bappenas \ndalam hal ini menerapkan H-I-T-S dalam perencanaan sesuai dengan amanat \nUU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja,\u201d jelas Akhmad. H-I-T-S \nmerupakan singkatan dari Holistik, Integratif, Tematik, dan Spasial.<\/p>\n\n\n\n<p>Spasial\n memiliki peranan sangat penting karena pada akhirnya semua dokumen \nperencanaan akan menempati ruang. \u201cData spasial tidak hanya \nmemvisualisasikan berbagai informasi, tetapi juga bisa menjadi tulang \npunggung untuk menerapkan konsep lain yang Holistik, Integratif, dan \nTematik,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pembuatan rencana tata ruang \nmembutuhkan informasi geospasial, baik itu peta dasar maupun kebutuhan \ndalam menganalisis penyusunannya. Contohnya, dibutuhkan lebih dari 50 \njenis data spasial untuk melahirkan dua peta rencana. Sebelum terbentuk \npeta rencana tersebut, alurnya harus melalui proses analisis. \u201cProses \nanalisis ini yang seringkali menjadi sandungan karena sulit dilakukan \ndan banyaknya informasi geospasial yang tersaji,\u201d kata Akhmad.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.itb.ac.id\/files\/dokumentasi\/1650599310-informasi-geospasial-2.jpeg\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Akhmad\n menjelaskan tentang Kajian Lingkungan Hidup, yang meliputi (KLHS) dan \nAMDAL. Kajian tersebut merupakan instrumen pencegahan pencemaran dan \nkerusakan lingkungan hidup. KLHS akan menguji kebijakan, rencana, dan \nprogram (KRP) yang dicanangkan pemerintah, sebelum diimplementasikan. \n\u201cKLHS ini akan mengkaji apakah (KRP) tersebut memberikan dampak \nsignifikan terhadap lingkungan? Atau apakah dampaknya dapat ditangani \natau tidak? KRP. Sementara AMDAL digunakan untuk menguji dalam skala \nkegiatan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyusunan KLHS menjadi sulit karena harus \nmeningkatkan kualitas dari KRP dan memiliki enam muatan. Keenam muatan \ntersebut adalah kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup,\n perkiraan dampak dan risiko lingkungan hidup, kinerja layanan atau jasa\n ekosistem, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, tingkat kerentanan \ndan kapasitas terhadap perubahan iklim, dan tingkat ketahanan dan \npotensi keanekaragaman hayati.<\/p>\n\n\n\n<p>Informasi geospasial memiliki \nbanyak peranan untuk mengetahui kondisi sekarang, memperkirakan kondisi \nmasa depan, dan mampu menganalisis kebijakan rencana dan program. \n\u201cSelain itu, informasi geospasial mampu mendukung implementasi H-I-T-S \nlebih baik dibandingkan hanya dengan tabulasi,\u201d ungkap Akhmad.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya\n perencanaan pembangunan dengan informasi geospasial ini masih memiliki \nbeberapa kendala dan permasalahan, seperti ketersediaan data dan \ninformasi geospasial yang terbatas, kekurangan dalam metodologi analisis\n spasial, ketidakmampuan daerah dan kapasitas SDM yang terbatas.<\/p>\n\n\n\n<p>Reporter:\n Maharani Rachmawati Purnomo (Oseanografi, 2020)                        \n                                                            <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.itb.ac.id\/qr\/58593.png\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>\n                            scan for download\n                            \n\n<\/p>\n\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNG, itb.ac.id\u2014Seminar bulanan Dosen Teknik Geodesi dan Geomatika ITB kembali digelar untuk ketiga kalinya. Kegiatan yang sudah berlangsung sejak bulan Februari itu menghadirkan dosen-dosen dari berbagai kelompok keahlian dengan topik yang beragam. Dr. Akhmad Riqqi, dari Kelompok Keahlian Inderaja dan Sains Informasi Geografis, menjadi pembicara pada kegiatan yang dilangsungkan Rabu (6\/4\/2022). Ia mengulas tentang informasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":204,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-8694","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-acara-fitb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8694","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/users\/204"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8694"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8694\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8696,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8694\/revisions\/8696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8694"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8694"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8694"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}