{"id":7817,"date":"2021-09-02T01:43:54","date_gmt":"2021-09-02T01:43:54","guid":{"rendered":"https:\/\/fitb.itb.ac.id\/?p=7817"},"modified":"2021-09-02T01:43:54","modified_gmt":"2021-09-02T01:43:54","slug":"gambaran-kuliah-pascasarjana-di-itb-lewat-workshop-pengarahan-pmb-2021","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/gambaran-kuliah-pascasarjana-di-itb-lewat-workshop-pengarahan-pmb-2021\/","title":{"rendered":"Gambaran Kuliah Pascasarjana di ITB Lewat Workshop Pengarahan PMB 2021"},"content":{"rendered":"<div class=\"post-view view-image\">\n<p>Program Pascasarjana ITB mengadakan workshop bertemakan \u201cPengarahan Mahasiswa Baru (PMB) Program Pascasarjana\u201d pada Kamis (19\/8\/2021). Sejumlah narasumber diundang dalam acara ini, yakni Dr. Hilman Palaon (VP of Financial Service and Inclusion Gojek), Dr. Muhammad Ibnu Choldun Rachmatullah (Dosen Politeknik PT POS), Eri Krismiyaningsih, MT (Asisten Akademik), dan Maghfira Ramadhani, MT (Asisten Akademik).<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"post-view\">\n<div class=\"view view-image\">\n<p><em>Workshop&nbsp;<\/em>dibuka dengan penjelasan dari Prof. Dr. Suprijadi selaku Dekan Sekolah Pascasarjana, Dr. Yuli Setyo Indartono selaku Kepala Perpustakaan ITB, dan Dr. Irwan Meilano selaku Dekan FITB.<\/p>\n<p>Pada paparan pertama, Hilman Palaon membawakan materi bertemakan&nbsp;<em>\u201cPublication in Reputable Journal &#8211; Scopus Indexed\u201d<\/em>. Hilman menjelaskan bahwa menerbitkan artikel ilmiah menjadi syarat kelulusan yang mesti diperhatikan oleh mahasiswa pascasarjana.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.itb.ac.id\/files\/dokumentasi\/1630478594-pengarahan-sps-writing-journal.jpg\"><\/p>\n<p>Menurutnya, tujuan dan tahap riset harus ditentukan sejak awal. Barulah setelah itu mahasiswa pascasarjana mengerjakan bagian pembahasan. Hilman juga menekankan betapa pentingnya mengirimkan naskah artikel ilmiah ke pihak penerbit.<\/p>\n<p>\u201cKita harus menentukan kerangka tulisan sejak awal; usahakan sejalan dan tidak ada yang terlewat. Tidak melakukan ini akan berakibat fatal pada pembuatan artikel ilmiah secara keseluruhan, di mana ada bagian-bagian yang harus diubah atau disesuaikan,\u201d jelas Hilman.<br \/>\nHilman menganjurkan kepada audiens untuk menggunakan piramida dalam pembuatan artikel ilmiah. Dibuat secara berurutan; mulai dari data, metode dan hasil riset, diskusi, ulasan literatur, kesimpulan, perkenalan, dan judul.<\/p>\n<p><em>Workshop<\/em>&nbsp;kemudian disambung dengan paparan kedua bertemakan \u201cStrategi Meraih Sukses Pendidikan dan Riset Program Pascasarjana\u201d oleh Muhammad Ibnu. Ia memulai materi dengan menekankan urgensi mengamati struktur kurikulum dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk masa depan kesuksesan mahasiswa.<\/p>\n<p>Untuk mempercepat waktu kelulusan kuliah, Ibnu menyarankan kepada audiens untuk menyelesaikan mata kuliah sesuai alokasi waktu yang sudah ditentukan. \u201cJadikan kuliah S3 sebagai prioritas utama, meskipun kita juga memiliki banyak tanggung jawab di kantor. Kerjakan penelitian dengan fokus, mandiri, dan progresif,\u201d ujar Ibnu.<\/p>\n<p>Eri Krismiyaningsih kemudian mengangkat topik pembicaraan bertemakan \u201cStrategi Selesai Pascasarjana di Era Digital\u201d. Ia memulai pematerian dengan membicarakan gambaran kuliah daring terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Eri pun menceritakan bagaimana pengalamannya selama mengikuti kuliah daring. Ia mengakui bahwa kuliah daring memberi banyak kemudahan, seperti mempermudah akses kegiatan perkuliahan, menghemat biaya akomodasi dan transportasi, dan membuka kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai acara berbasis virtual.<\/p>\n<p>\u201cTapi, banyak juga mahasiswa, termasuk saya, merasa kuliah daring lebih berat ketimbang kuliah luring. Entah karena gangguan jaringan internet, tidak bisa bertemu dengan teman, penyerapan materi yang kurang maksimal, kegiatan praktik terbatas, dan lain sebagainya,\u201d ungkap Eri.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu Eri menyiapkan berbagai strategi dalam mengikuti kuliah berbasis daring. \u201cBisa dengan membuat tempat belajar yang kondusif, memperhatikan rutinitas, menetapkan target belajar, mengikuti kegiatan di luar perkuliahan, menerapkan&nbsp;<em>active listening<\/em>, dan berkenalan dengan teman-teman jurusan.\u201d<\/p>\n<p><em>Workshop&nbsp;<\/em>diakhiri dengan paparan materi bertemakan \u201cStrategi Selesai Pendidikan Pascasarjana di Era Digital\u201d oleh Maghfira Ramadhani. Maghfira menyampaikan bahwa sebaiknya perkuliahan dimulai dengan menetapkan alasan, cara, dan tujuan dari mengambil studi.<\/p>\n<p>\u201cSebaiknya teman-teman proaktif dalam mengerjakan tugas kuliah dan berkonsultasi dengan kuliah. Terapkan pula profesionalisme dalam mengelola waktu segala urusan dengan baik,\u201d kata Maghfira.<\/p>\n<p>Keseimbangan pola hidup juga penting, begitu ungkap Maghfira. Meski banyak tugas menghadang, mahasiswa tetap perlu mencari hiburan untuk menenangkan pikirannya. Perbanyak mengobrol dengan teman jurusan ataupun teman-teman lainnya.<\/p>\n<p>Mengetahui seluk beluk kehidupan program pascasarjana barang tentu membantu kehidupan perkuliahan mahasiswanya. Dengan demikian mahasiswa sepatutnya mencari tahu sejak dini dan terus memprioritaskan penelitian dan akademik dengan baik.<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"https:\/\/itb.ac.id\/berita\/detail\/58110\/gambaran-kuliah-pascasarjana-di-itb-lewat-workshop-pengarahan-pmb-2021\">itb.ac.id<\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program Pascasarjana ITB mengadakan workshop bertemakan \u201cPengarahan Mahasiswa Baru (PMB) Program Pascasarjana\u201d pada Kamis (19\/8\/2021). Sejumlah narasumber diundang dalam acara ini, yakni Dr. Hilman Palaon (VP of Financial Service and Inclusion Gojek), Dr. Muhammad Ibnu Choldun Rachmatullah (Dosen Politeknik PT POS), Eri Krismiyaningsih, MT (Asisten Akademik), dan Maghfira Ramadhani, MT (Asisten Akademik). Workshop&nbsp;dibuka dengan penjelasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":204,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-7817","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7817","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/users\/204"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7817"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7817\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7819,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7817\/revisions\/7819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}