{"id":6573,"date":"2020-08-12T13:47:27","date_gmt":"2020-08-12T13:47:27","guid":{"rendered":"https:\/\/fitb.itb.ac.id\/?p=6573"},"modified":"2020-08-12T13:49:30","modified_gmt":"2020-08-12T13:49:30","slug":"webinar-geologi-itb-menggabungkan-seni-dan-teknologi-struktur-geologi-dalam-3d","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/webinar-geologi-itb-menggabungkan-seni-dan-teknologi-struktur-geologi-dalam-3d\/","title":{"rendered":"Webinar Geologi ITB: Menggabungkan Seni dan Teknologi Struktur Geologi dalam 3D"},"content":{"rendered":"<div class=\"post-view view-image\">\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.itb.ac.id\/files\/dokumentasi\/1597117608-Webinar-Geologi-Menyapa-6.jpg\"><\/p>\n<p>Prodi Teknik Geologi ITB kembali mengadakan webinar geologi ITB yang keenam dengan topik geologi struktur. Pada webinar kali ini diisi oleh Prof. Ir. Benyamin Sapiie., Ph.D., sebagai narasumber dan dipandu oleh Indra Gunawan Ph.D., sebagai moderator.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"post-view\">\n<div class=\"view view-image\">\n<p>Menurut Prof. Benyamin, ada dua alasan untuk mempelajari geologi struktur. Pertama, struktur bentang alam selalu memberikan bentuk yang indah baik secara morfologis maupun geologis. Kedua, struktur selalu berperan pada aplikasi geologi lainnya. Contohnya, Pegunungan Jaya Wijaya pada tahun 1989 memiliki struktur geologis dari antiklinal dan sinklinal yang tersusun indah.<\/p>\n<p>Prof. Benyamin menyampaikan, saat ini, teknologi 3D sudah berperan penting untuk memodelkan penampang geologi secara detail dengan direpresentasikan dalam berbagai warna. Namun, teknologi 3D tetap membutuhkan art dari geologis sebagai masukan untuk membentuk model. Teknologi 3D juga dapat mengintegrasikan penampang yang berada di atas dan di bawah permukaan bumi.<\/p>\n<p>Selain itu, geologi struktur juga menjelaskan proses terjadinya deformasi. \u201cDeformasi akan mengubah karakter dan konfigurasi batuan, deformasi juga mengubah bentuk dan ukuran batuan sehingga deformasi bisa dikatakan sebagai perubahan karakter, bentuk, dan ukuran batuan (<em>strain<\/em>) yang diakibatkan oleh&nbsp;<em>stress<\/em>,\u201d ujar Prof. Benyamin.<em><br \/>\n<\/em><\/p>\n<p><em>Stress&nbsp;<\/em>di sini berarti tekanan yang diberikan pada benda, bisa berupa tarikan (<em>tension<\/em>), tekanan (<em>compression<\/em>), pergeseran (<em>shear<\/em>). Proses deformasi batuan sedimen memenuhi hukum Coloumb (<em>Poro-elastic Rheology<\/em>), jelasnya.<\/p>\n<p>Selain&nbsp;<em>stress&nbsp;<\/em>dan strain, dijelaskan Prof. Benyamin, proses deformasi juga dipengaruhi oleh komposisi, tekstur, porositas\/permeabilitas, tekanan, suhu, dan fluida. Hasil dari deformasi bisa menghasilkan lipatan atau patahan dengan berbagai bentuk sesuai tingkat kekakuan (<em>stiffness<\/em>) dari strukturnya.<\/p>\n<p>\u201cSumber&nbsp;<em>stress&nbsp;<\/em>bisa berasal dari tektonik lempeng (<em>horizontal stress<\/em>), gravitasi (<em>vertical stress<\/em>), dan fluida (<em>tension<\/em>),\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.itb.ac.id\/files\/dokumentasi\/1597117626-Webinar-Geologi-Menyapa-6_4.jpg\"><\/p>\n<p>Terkait deformasi ini, Prof. Benyamin telah mengembangkan pemodelan Sandbox yang didigitalisasi menjadi digital 3D&nbsp;<em>structure modelling<\/em>. Sandbox ini berfungsi untuk menggambarkan sebuah proses deformasi yang bisa dievaluasi juga secara kinematika. Pada akhir presentasi, Prof. Benyamin memberikan kesimpulan bahwa penelitian masa depan berkonsentrasi pada pengertian, mekanisme, dan kontrol perkembangan rekahan terutama sesar (patahan).<\/p>\n<p>Sumber: itb.ac.id<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prodi Teknik Geologi ITB kembali mengadakan webinar geologi ITB yang keenam dengan topik geologi struktur. Pada webinar kali ini diisi oleh Prof. Ir. Benyamin Sapiie., Ph.D., sebagai narasumber dan dipandu oleh Indra Gunawan Ph.D., sebagai moderator. Menurut Prof. Benyamin, ada dua alasan untuk mempelajari geologi struktur. Pertama, struktur bentang alam selalu memberikan bentuk yang indah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":204,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-6573","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6573","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/users\/204"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6573"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6573\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6574,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6573\/revisions\/6574"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}