{"id":5119,"date":"2019-08-29T07:36:43","date_gmt":"2019-08-29T07:36:43","guid":{"rendered":"https:\/\/fitb.itb.ac.id\/?p=5119"},"modified":"2022-04-28T01:14:48","modified_gmt":"2022-04-28T01:14:48","slug":"orasi-ilmiah-studium-generale-prof-ir-benyamin-sapiie-ph-d","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/orasi-ilmiah-studium-generale-prof-ir-benyamin-sapiie-ph-d\/","title":{"rendered":"Orasi Ilmiah &amp; Studium Generale : Prof. Ir. Benyamin Sapiie, Ph.D"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5120 size-full\" src=\"https:\/\/fitb.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2019\/08\/Prof-Ben.jpg\" alt=\"\" width=\"1035\" height=\"661\"><\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Orasi Ilmiah &amp; Studium Generale : Prof. Ir. Benyamin Sapiie, Ph.D<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Pemodelan Struktur Geologi Dalam Eksplorasi dan Pengembangan Lapangan Hidrokarbon<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">24 Agustus 2019<br \/>\nAula Barat Institut Teknologi Bandung<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Orasi Ilmiah Prof. Benyamin Sapiie\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/4adHW-FSYH8?start=323&#038;feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div><a href=\"https:\/\/www.itb.ac.id\/news\/read\/57239\/home\/orasi-ilmiah-prof-benyamin-sapiie-pemodelan-struktur-geologi-dalam-eksplorasi-dan-pengembangan-lapangan-hidrokarbon\">BANDUNG, itb.ac.id<\/a> \u2013 Eksplorasi hidrokarbon (gas dan minyak bumi) di Indonesia telah dilakukan sejak tahun 1800 dengan bukti banyaknya lapangan minyak dan gas bumi yang berusia lebih dari 100 tahun. Namun, produksi minyak bumi Indonesia mengalami penurunan sehingga perlu mengimpor minyak bumi untuk sumber energi.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Penurunan produksi minyak bumi dinilai terjadi secara alami karena banyak sumur minyak di Indonesia yang berusia tua. Kegiatan eksplorasi yang menyeluruh dan masif perlu dilakukan untuk menemukan cadangan baru dengan bantuan ilmu geologi. Hal inilah yang menjadi topik utama orasi Prof. Benyamin Sapiie pada acara Orasi Ilmiah Forum Guru Besar ITB yang diselenggarakan pada Sabtu, 24 Agustus 2019 di Aula Barat ITB.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Dalam orasi yang berjudul \u201cPemodelan Struktur Geologi dalam Eksplorasi dan Pengembangan Lapangan Hidrokarbon\u201d, Prof. Benyamin menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai 86 cekungan sedimentasi yang terbagi menjadi dua bagian yaitu Indonesia bagian barat dan timur. \u201cDi cekungan inilah banyak hidrokarbon yang terperangkap,\u201d ujarnya.&nbsp;<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Namun pada saat ini baru 16 cekungan saja yang menghasilkan sumber energi hidrokarbon. Bagian Indonesia barat didominasi oleh cekungan yang menghasilkan minyak bumi sedangkan Indonesia timur terkenal dengan lapangan produksi gas. Hal tersebut membuat eksplorasi pada bagian timur relatif lebih sulit dan lambat karena memiliki kondisi struktur geologi yang kompleks dan didominasi oleh lingkungan laut dalam. Oleh karena itu diperlukan inovasi teknologi dan pendekatan analisis struktur geologi yang baru dan detail,\u201d jelasnya.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Keilmuan Geologi Struktur dan Manfaatnya<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Salah satu cabang ilmu geologi yang berperan penting dalam kegiatan eksplorasi dan pengembangan inovasi teknologi adalah geologi struktur. Geologi struktur merupakan ilmu yang mempelajari deformasi kerak bumi baik di atas maupun bawah permukaan. Ilmu ini juga berguna dalam memprediksi bencana alam geologi seperti gempa bumi, gunung api, dan longsor.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>\u201cPada perlipatan dan sesar yang dipelajari oleh geologi struktur terdapat lebih dari 95% perangkat hidrokarbon. Maka dari itu perlu dilakukan analisis geologi struktur yang akurat dan analisis yang bertujuan untuk mendefinisikan geometri struktur geologi hidrokarbon sehingga dapat digunakan untuk mengukur sumberdaya alam dan menentukan metode produksi yang paling aman dan ekonomis,\u201d ujar Prof. Benyamin.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Untuk memprediksi bentuk atau geometri perangkap hidrokarbon, dilakukan interpretasi data permukaan dan data bawah permukaan. Kurang sempurnanya data geologi dan geofisika seringkali terjadi karena permasalahan akuisisi serta kompleksitas kondisi geologi sehingga memberikan ketidakpastian dalam hal bentuk maupun volume prospek hidrokarbon yang ada. \u201cMaka dari itu, Program Studi Teknik Geologi ITB telah mengembangkan pemodelan analog sandbox yang merupakan salah satu pendekatan efektif serta murah dan satu-satunya di Asia Tenggara,\u201d timpalnya.&nbsp;<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Pemodelan Sandbox Secara 3D<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Deformasi yang terjadi di kerak bumi menghasilkan cekungan sedimentasi yang akan disimulasikan secara 3 dimensi dengan menggunakan pendekatan pemodelan analog. Pemodelan tersebut merupakan penyederhanaan dari keadaan di alam. Selama 20 tahun terakhir meneliti hal tersebut, Prof. Benyamin menyatakan bahwa pemodelan analog sandbox merupakan pemodelan secara fisik yang sangat efektif dan murah khususnya deformasi batuan sedimen pada kedalaman kurang dari 10 km.&nbsp;<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>\u201cPrinsip dasar dalam pemodelan sandbox adalah simulasi deformasi kerak bumi pada batuan dengan kondisi getasm,\u201d tuturnya.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Apparatus untuk pemodelan sandbox telah mengalami kemajuan pesat mengikuti perkembangan teknologi. Laboratorium Geodinamik Program Studi Teknik Geologi ITB telah mengembangkan tiga aparatus yang bersifat otomatis dan dinamis yang mengakomodasi semua kondisi deformasi yang disimulasikan. \u201cKetiga apparatus tersebut dibuat sedemikian rupa untuk memodelkan macam-macam deformasi yang mungkin terjadi di alam,\u201d ujar Dekan FITB ITB ini.&nbsp;<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Aparatus tersebut akan diisi dengan jenis material pasir, lempung basah, dan polimer silicon tergantung jenis deformasi yang dimodelkan. Selain itu, secara khusus pemodelan sandbox juga menggunakan jenis material pasir lepas-lepas dan gypsum. \u201cPemilihan material tersebut akan sangat bergantung dari informasi data lapangan atau analog model struktur geologi yang direncanakan,\u201d katanya.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Dalam orasinya, Prof. Benyamin menyatakan bahwa terdapat kelebihan yang dimiliki oleh pemodelan sandbox. \u201cKelebihannya adalah dapat menyimulasikan deformasi getas, dapat memberi gambaran evolusi sesar secara progresif, merupakan acuan yang realistis, sederhana, mudah dibuat, dan murah.&nbsp;<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Selain itu, kelebihan sandbox yang dibuat oleh Laboratorium Geodinamik adalah pemilihan material pasir yang langsung diambil dari singkapan di alam (batupasir Ngrayong Tuban, Jawa Timur) dari material tersebut dapat dimodelkan kondisi geologi yang rumit dan sulit,\u201d jelasnya.&nbsp;<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Dari semua kelebihannya, sandbox juga memiliki keterbatasan seperti belum dapat dilakukannya pemodelan dengan erosi. \u201cNamun karena lebih banyaknya keuntungan yang dimiliki, sandbox masih sangat dapat dijadikan penuntun dalam intrepretasi struktur geologi baik lapangan, sumur bor, maupun data seismic,\u201d tambahnya.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Kedepannya, Prof. Benyamin akan melakukan pengembangan mengenai sandbox terutama pada pemodelan yang sulit ditentukan seperti tekanan, temperatur, dan keberadaan fluida yang mungkin bisa memengaruhi hasil akhir pemodelan. \u201cPengembangan yang dilakukan di masa depan adalah Particle Image Velocimetry (PIV) yang melakukan pengukuran tidak langsung untuk identifikasi vector pergerakan fluida. Selain itu, metode yang harus dikembangkan untuk kedepannya adalah metode pemodelan sandbox secara numerik dengan menggunakan pemodelan matematika elemen berhingga yang memiliki keuntungan yaitu adanya kemudahan dalam memilih parameter deformasi dan menganalisis kondisi batas geologi,\u201d jelasnya.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Reporter: Billy Akbar Prabowo (Teknik Metalurgi, 2016)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orasi Ilmiah &amp; Studium Generale : Prof. Ir. Benyamin Sapiie, Ph.D Pemodelan Struktur Geologi Dalam Eksplorasi dan Pengembangan Lapangan Hidrokarbon 24 Agustus 2019 Aula Barat Institut Teknologi Bandung &nbsp; BANDUNG, itb.ac.id \u2013 Eksplorasi hidrokarbon (gas dan minyak bumi) di Indonesia telah dilakukan sejak tahun 1800 dengan bukti banyaknya lapangan minyak dan gas bumi yang berusia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":204,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,1],"tags":[],"class_list":["post-5119","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","category-slide"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/users\/204"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5119"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5119\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5157,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5119\/revisions\/5157"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/multisite.itb.ac.id\/fitb\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}