Gelar Experience Sharing Seminar, UPT e-Learning ITB Undang Narasumber dari MIT dan UTS

BANDUNG, Rabu 8 November 2017 UPT e-Learning ITB mengadakan experience sharing seminar yang dilaksanakan di Studio UPT e-Learning Gedung CRCS ITB. Peserta yang hadir dalam seminar tesebut sebanyak 50 orang perwakilan dari berbagai perguruan tinggi negeri ataupun swasta.

Seminar yang mengusung tema e-Learning for Merging Education, Research and Industry ini menghadirkan 3 orang keynote speaker, diantaranya adalah Mr. Bryan J Ranger (Massachucetts Institute of Technology, USA), Dr. Martin J Bliemel (University of Technology Sydney, Australia), dan Dr. Alya P. Koesoma & Dr. Yoke Sandra Irawan (Institut Teknologi Bandung)

Dalam paparannya yang berjudul “Merging Education, Research, and Industry : Teaching Biomedical Engineering Design for Social Impact”, Ranger menjelaskan bahwa peserta didik perlu didorong untuk belajar dengan Project Based Learning dalam mengembangkan tingkat pemahaman kontekstual yang lebih dalam dan secara jelas memberikan tantangan kepada peserta didik untuk secara kritis merenungkan dampak pekerjaan mereka yang lebih luas, artinya mereka (mahasiswa) harus mendalami bagaimana pekerjaan mereka nanti.

Dengan cara mengembangkan keterampilan nyata, ketekunan, fleksibilitas dan adaptasi bisa menjadi sebuah kesuksesan pada kompetensi profesional mereka. Memaknai hal itu, Bryan merumuskan sebuah program D-Labs dalam mengembangkan teknologi yang tepat dan berkelanjutan sebagai solusi dalam kerangka pembangunan internasional.

Kemudian acara dilanjutkan dengan paparan dari Dr. Martin J Bliemel yang menyampaikan paparan mengenai “Merging Education, Research and Industry Engagement” melalui video conference. Di sesi kedua ini, Bliemel mengatakan bahwa antara research dengan teaching terdapat engagement yang menjadi objek penting dalam merencanakan sebuah desain instruksional, artinya peserta didik sebagai objek pembelajaran terlibat dalam sebuah proses mengaktualisasikan dirinya dengan apa yang terjadi, memberikan langkah demi langkah sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai melalui pembelajaran berbasis e-Learning, salah satu cara yang diberikan adalah dengan menggunakan metode Flipped Classroom.

Di akhir seminar, kegiatan dilanjutkan dengan paparan mengenai “Developing Your Own MOOC Online Learning for Anyone, Anywhere, Anytime” oleh Dr. Alya P. Koesoma dan Dr. Yoke Sandra Irawan, yang menyampaikan bahwa jenis kursus online MOOC adalah sebuah model pembelajaran yang terus berkembang dan berpotensi secara strategis. Karena baik institusi, perguruan tinggi, maupun organisasi bisa mengaksesnya demi kepentingan bersama, hal ini membantu masayarakat luas untuk tidak gelisah dalam memikirkan pendidikannya, karena jenis kursus MOOC ini tidak melihat ruang dan waktu, melihat jenis dan sifatnya fleksibel sehingga bisa di aplikasikan kapan saja, oleh siapa saja, dan dimana saja.

Materi seminar yang disampaikan secara lugas, dan menarik tersebut, menimbulkan tingginya apresiasi dari peserta seminar.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan hari ini, terutama untuk para narasumber yang menyampaikan materi melalui video conference ini, penyampaiannya sangat menarik dan interest untuk di kaji lebih lanjut secara pembahasannya, kedepan narasumber akan kami undang di universitas kami, saya akan minta untuk para pejabat di universitas saya untuk memperhatikan materi ini karena ini berpengaruh pada pengambilan keputusan.” Ujar kesan dari salah satu peserta seminar dari Universitas Padjajaran.

Sharing pengalaman seminar tersebut setidaknya telah menjadi gerbang awal untuk lebih membuka kesempatan berdiskusi bagi pemerhati e-learning untuk memecahkan problematika e-learning yang ada di Indonesia.

Berita Terkait

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com