dkv-fsrd

KONGRES DESAIN SEDUNIA

WORKSHOP SENI DAN DESAIN DALAM KONGRES DESAIN SEDUNIA ICOGRADA-IDA,

BEIJING 2009

Dua orang dosen dari DKV-FSRD Institut Teknologi Bandung; Riama Maslan Sihombing dan Naomi Haswanto, telah berkunjung ke China, untuk menjadi Leader pada Workshop Jewelry dan Workshop Desain Buku di Shandong University of Art and Design di kota Jinan, Provinsi Shandong Pada tanggal 18 – 31 Oktober 2009.

Mereka juga berkesempatan mengunjungi Kampus Central Academy of Fine Arts (CAFA) di kota Beijing tempat penyelenggaraan pameran bersama Universitas hasil workshop dan mengikuti berbagai acara kongres desain. Selain mereka berdua, beberapa Dosen dan Designer Mancanegara juga terpilih menjadi leader pada 45 workshop yang diselenggarakan di 15 universitas yang berada di kota Beijing dan sekitarnya. Workshop tersebut diselenggarakan sebagai pre-congress dalam kaitan acara Icograda, ( International Council of Graphic Design Associations A Partner of the International Design Alliance) yaitu sebuah pesta Desain Internasional Tahunan dan Kongres Desain Sedunia yang tahun 2009 ini diadakan di kota Beijing, China.

Riama bekerjasama sebagai Leader Workshop Jewelry dengan 2 orang dosen, Prof. Duan Jianhua dan Assosiate Prof. Song Chuling, dan peserta 5 orang dosen SUAD; Assosiate Prof. Wang Zhengde, Yang Xiaohui, Liu Fei, Tian Weiling, Sun Chao dan 19 orang mahasiswa dari School of Modern Handicraft Art dalam mewujudkan rancangan Jewelry Workshop.

Semangat Taoisme diwujudkan dalam karya desain jewelry adalah pesan Tao dipandang sebagai “sumber yang unik dari alam semesta dan menentukan semua hal” sehingga simbol –simbol dalam workshop Jewelry adalah simbol-simbol dari alam, berupa air (ombak) dan awan, dua hal yang saling berlawanan sifat, diatas dan di bawah, berbeda jenis namun saling mengisi dan memberi seperti konsep yin dan yang. Penemuan simbol yang mewakili China dan Indonesia merupakan perpaduan gaya visual dari China yaitu awan, dan sebagai simbol visual Indonesia yaitu ombak diperoleh setelah melalui pemikiran dan diskusi yang panjang, yang berhasil diwujudkan dalam bentuk perhiasan 3 dimensi bergaya modern yang amat menarik dalam bentuk Kalung dan Bros.

Naomi menjadi Leader pada Book Project Workshop bersama tiga orang dosen SUAD; Zhu Ai Jun, Gao Peng dan Yuan- Yuan dengan mengajar mahasiswa School of Visual Communication Design. Workshop desain buku ini merupakan eksperimen, bagaimana para mahasiswa belajar menggabungkan dua gaya visual yang berasal dari China dan Indonesia.

Membawa filosofi Taoisme sebagai ajaran kehidupan masyarakat China dalam bentuk buku, diwujudkan dalam bentuk dasar segitiga (triangle) yang berarti harmonisasi hubungan dengan 3 unsur langit, bumi dan manusia. Selanjutnya Langit atau Tuhan diwujudkan dalam bentuk Bulat (Circle) dan Bumi diwujudkan dalam bentuk Kotak (Square).

Ketiga bentuk ini menjadi dasar bentuk akhir buku, dimana bentuk persegi dari buku berisi lubang dengan bentuk segitiga, kotak dan bulat. Lubang ini diisi dengan buku yang berbentuk segitiga, kotak dan bulat. Buku persegi yang berlubang ditengahnya berisi desain dengan gaya visual China dan isinya, buku yang berbentuk segitiga, kotak dan bulat berisi desain dengan gaya visual Indonesia.

Menurut Riama dan Naomi, yang merasa kagum akan etos kerja mahasiswa China, juga menyatakan tentunya tidak mudah mengajar mahasiswa China dalam waktu yang amat terbatas untuk mengenal “taste” gaya visual Indonesia dan menyatukan dua kultur yang berbeda. Namun dalam workshop ini setidaknya diharapkan agar mahasiwa China dapat mengenal adanya kultur yang lain khususnya kebudayaan Indonesia. Selain itu hasil dari seluruh workshop akan menjadi suatu keseimbangan gaya visual dunia, tidak melulu berkiblat pada Barat.

Kunjungan ke negara China ini juga telah memberi kesan yang kuat bahwa China tidak hanya berambisi dalam pembangunan ekonomi serta infrastruktur perkotaan, melainkan juga berambisi juga dalam pengembangan sumber daya manusia seperti upaya pesat untuk pengembangan di bidang pendidikan seni dan desain yang bertujuan membentuk kehalusan budi, mengasah kreativitas dan kepekaan cita rasa. Ambisi ini sangat positif dicontoh Indonesia untuk mengejar ketertinggalannya dalam membangun manusia dan lingkungan seutuhnya.

Gbr 1. Hasil Workshop Desain Buku

Gbr 2a. Dancing between China Lucky cloud and Lucky Indonesian patterns_

Gbr. 2b. Hasil Workshop Desain Jewelry

Gbr 3. Hasil Akhir Workshop Desain Buku

Gbr. 4. Suasana Pameran Workshop Gabungan Universitas di Kampus CAFA, Beijing.

Penulis :

Riama Maslan Sihombing dan Naomi Haswanto

Staf Pengajar Desain Komunikasi Visual DKV FSRD ITB

Berita Terkait